Jumat, 11 Juni 2021

GADGET

 Gadget

Siapa yang tidak kenal benda yang satu ini. Bendanya kecil, pintar, simple bisa dibawa kemanapun dan bisa menyimpan data seperti memori otak manusia. Anak belum genap berumur satu tahun saja sudah mengenal benda ini melalui ibunya. Iya…betul…gadget. Sebuah alat komunikasi yang memiliki banyak fungsi dengan dilengkapi berbagai macam fitur yang berbeda. Gadget ini selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman saat ini.

Gadget bisa mengakses informasi yang dibutuhkan dengan tak terbatas. Dengan adanya alat ini, kita didekatkan dari yang jauh, namun juga dijauhkan dari yang dekat. Bagaimana tidak? Jika kita telah asyik dengan gadget maka kita akan lupa dengan sekitar kita, lupa dengan waktu yang telah menjadi prioritas hidup kita. Kita mampu berjam-jam bersama dengan gadget, namun kita tidak mampu berlama-lama dengan Sang Pemilik Hari.

Seorang suami atau istri, jika sedang berada dalam dunia gadgetnya maka mereka tidak memperdulikan satu dengan yang lain. Akibatnya sering terjadi pertengkaran antara suami dan istri, karena merasa sudah tidak lagi dipedulikan, tidak lagi diperhatikan, mereka lebih mementingkan gadget. Demikian juga anak dan orangtua, jika mereka sudah memegang gadget, maka perhatian keduanya semakin berkurang. Sering terjadi, anak asyik dalam dunianya sendiri, begitupun orangtuanya. Mereka tidak lagi harmonis dalam keluarga, tidak ada lagi canda tawa, senda gurau yang saling membahagiakan.

Saat ada kegiatan berkumpul, rapat resmi ataupun pertemuan-pertemuan tidak resmi, kadang kita tidak focus lagi tentang apa yang sedang dibahas dalam kegiatan itu, dikarenakan masing-masing orang asyik sendiri dengan gadgetnya. Saat salah seorang berbicara, maka sikap yang terlihat adalah tetap asyik melihat gadget. Karakter inilah yang sekarang tumbuh di semua lapisan masyarakat.

Seorang ibu jika melihat anaknya sedang rewel menangis, saat diberikan gadget kemudian terdiam, maka dikira dengan diberikannya gadget ini akan menjadikan solusi bagi si anak. Jika seorang ibu paham betul tentang bahaya gadget, maka langkah itu tidak akan diambil. Gadget akan mengurangi fungsi syaraf motorik anak dan akan mengganggu fungsi organ-organ lain anak yang masih normal. Anak akan mengalami gangguan tumbuh kembangnya secara normal.

Gadget…oohhh….gadget, engkau begitu penting, melebihi pentingnya dompet. Buktinya saat gadget kita ketinggalan atau hilang, maka kita akan kebingungan seperti orang yang kehilangan identitas.

CITA-CITA

 

Cita-cita

Setiap anak pasti mempunyai cita-cita atau mimpi jika telah menjadi dewasa. Cita-cita seorang anak TK atau SD bisa berubah setiap saat, biasanya tergantung kondisi dan situasi lingkungan mereka. Cita-cita ini akan mengerucut sejalan dengan pola pikir dan pengalaman mereka saat menjalani pendidikan di sekolah menengah. Biasanya cita-cita anak terbentuk ketika mereka melihat seorang sosok atau sebuah profesi yang menurut mereka manarik dan memberikan kesan tersendiri. Sebagai orang tua atau guru, cukup mengarahkan dan mendukung cita-cita mereka sejauh cita-cita itu adalah tidak membahayakan diri anak dan membuat mereka bahagia.

Agar cita-citamu tercapai, diperlukan komitmen diri untuk meraih cita-cita itu. Membangun motivasi diri untuk terus belajar dan berjuang meraih cita-cita itu. Tak lupa panjatkan do’a. Do’a yang dimaksud di sini adalah permohonan kepada Allah SWT yang tidak pernah putus. Artinya panjatkan do’a di manapun, kapanpun dan dalam situasi apapun, terutama pada saat kita sedang berkomunikasi langsung dengan Allah dengan do’a yang tetap dan tidak pernah putus sepanjang waktu.

Perjuangan menggapai cita-cita belum tentu mulus sesuai rencana, maka diperlukan rencana-rencana berikutnya yang sejalan dengan cita-cita itu. Misalnya membuat planning baru,  namun masih dalam minat dan keinginan kita.

Jika cita-cita awal kita tidak tercapai, maka bukan berarti Allah SWT tidak mengabulkannya. Allah memiliki rencana lain yang lebih indah untuk membahagiakan kita. Yakinlah bahwa apapun yang terjadi pasti berjalan seperti yang Allah rencanakan.

Ucapkanlah, "Ya Allah, saya tahu ini adalah rencanaMu. Tolong bantu saya untuk melaluinya. Temani saya ya Allah, berikan yang terbaik. Saya siap belajar dan siap menerimanya". Allah senantiasa memiliki rencana baik dari setiap kondisi yang kita hadapi. Sebagaimana tanaman akan tumbuh subur jika diberikan pupuk yang bau dan bukan disiram dengan minyak wangi. 

Pupuk adalah ketidaknyamanan yang menjadikan kita tumbuh, kokoh dan kuat.  Terkadang kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, namun percayalah, Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Meskipun bisa jadi apa yang kita butuhkan, belum tentu apa yang kita inginkan.

Banyak orang sukses lebih bersemangat saat cerita tentang kegagalan yang telah mereka lalui daripada menceritakan kesuksesan mereka. Betapa banyak inspirasi justru tersimpan dari masalah dan ujian besar yang bisa terlampui. Mungkin hidup kita tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan, tapi kita harus yakin bahwa …Apapun yang terjadi, pasti berjalan sesuai yang Allah rencanakan.

Lakukan usaha yang terbaik dan bersandarlah hanya pada Allah SWT, Dzat Yang Maha Baik, karena Allah tetap sayang kepada kita dengan caraNya. Selalu ada pesan cinta yang diberikan oleh Allah pada hambaNya yang senantiasa percaya pada rencana Allah. Walau terkadang tidak selalu sama dengan apa yang kita rencanakan.


BENIH UNGGUL

 Benih Unggul

Untuk mendapatkan hasil panen sebuah tanaman menjadi bagus dan berlimpah serta harga jual tinggi, maka sebelum menanam, petani harus memilih bibit yang benar-benar bagus alias bibit unggul. Selain itu petani juga harus menanam di media atau lahan yang bagus pula, bukan lahan yang kering dan tandus. Tidak lupa juga memilih pupuk yang bagus selama pertumbuhan tanaman itu dan menyiramnya setiap saat. Itu adalah untuk sebuah tanaman, bagaimana dengan manusia?

Proses pembentukan manusia dimulai dari pertemuan sel sprema dengan sel telur di dalam sebuah tempat kasih sayang yang bernama rahim. Untuk mendapatkan manusia yang sempurna secara fisik diperlukan sel sperma dan sel telur yang sehat serta sempurna pula. Seperti halnya tanaman itulah bibitnya. Bibit ungguh didapat dari benih yang unggul. Benih yang unggul diperoleh dari proses perjalanan panjang dengan berbagai tempahan kehidupan.

Seorang pria agar dapat menghasilkan sel sprema berkualitas, sehat dan sempurna maka harus menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya, seperti menghindari rokok, alcohol dan makanan yang dikonsumsi harus sehat, begitu juga dengan seorang wanita. Kecerdasan seorang anak diturunkan dari seorang ibu, maka untuk mendapatkan anak yang cerdas, harus memilih wanita yang cerdas pula.

Saat janin itu tumbuh dalam Rahim, maka seorang wanita harus menjaga hati dan pikirannya agar nantinya bayi yang dilahirkan akan mengikuti sifat-sifat ibunya saat mengandung. Rahim inilah jika dalam tanaman adalah media atau lahan tanamannya. Agar janin di dalam Rahim tumbuh sempurna dan berkualitas, maka asupan gizi, baik jasmani dan rohani seorang ibu harus diperhatikan. Asupan gizi jasmani yang dimaksud misalnya dengan mengkonsumsi makanan sehat sesuai nutrisi yang diperlukan oleh ibu dan janin. Sementara asupan gizi rohani yang dimaksud adalah siraman rohani yang bisa dilakukan setiap saat untuk mendekatkan ibu pada Sang Khaliq.

Dengan demikian, untuk mendapatkan seorang manusia yang berkualitas dan sempurna juga diperlukan bibit dan lahan yang berkualitas dan sempurna pula. Maka dari itu, bagi yang belum memiliki pasangan hidup dan ingin memiliki generasi yang cerdas berkualitas, pilihlah pasanganmu dari mereka yang baik dan berkualitas secara lahir dan batin.

 

AKHIRNYA

Akhirnya

Perjalanan seorang manusia dimulai dari awal ditiupkan ruh dalam badan saat di kandungan. Setelah lahir ke dunia saatnya memulai kehidupan baru yang penuh dengan godaan fatamorgana. Saat menjadi anak-anak dan remaja, mereka dipoles dan dibentuk karakternya oleh orangtua dan lingkungannya. Indahnya kehidupan saat menjadi anak-anak tanpa adanya beban kehidupan. Kehidupan masa anak-anak isinya adalah belajar yang dikemas dalam permainan. Permainan yang menumbuhkan semua sifat asli anak-anak, lucu, polos dan tanpa ada beban hidup.

Saat remaja, lingkungan lebih berpengaruh untuk membentuk karakter mereka. Orangtua menjadi benteng utama dalam menjaga masa-masa remaja ini. Orangtua harus bisa berperan menjadi teman dan sahabat bagi mereka. Saat remaja inilah mereka sedang membentuk jatidirinya untuk melanjutkan pada kehidupan yang lebih menantang. Kehidupan yang mengharuskan kita memilih untuk menjadi manusia dewasa yang baik atau tidak baik. Itu semua adalah pilihan yang harus dipilih dan dipatri dalam diri.

Setelah remaja menuju dewasa, saatnya menjadi orangtua yang akan melahirkan kembali generasi-generasi penerus. Pilihan menjadi manusia berkarakter baik atau tidak baik, keduanya memiliki konsekuensi masing-masing terhadap masyarakat dan penciptaNya. Menjadi manusia yang berkarakter baik akan menempatkan kita menjadi manusia agung di depan Sang Pencipta dan terhormat di tengah masyarakat. Begitu pula sebaliknya, menjadi manusia berkarakter tidak baik maka akan menempatkan kita menjadi manusia yang ditentang oleh masyarakat dan hina di hadapan Sang Pencipta.

Kehidupan manusia maksimal hanya sampai menjadi orangtua. Setelah puas dan menikmati dengan menjadi orangtua, akhirnya semua juga akan kembali kepada Sang Pencipta dengan caraNya. Akhir kehidupan bisa saja saat masih anak-anak, remaja, menginjak dewasa bahkan saat belum sempat melihat indahnya dunia. Dengan demikian, untuk apa menjadi manusia tidak baik, untuk apa menyombongkan diri karena jabatan, karena harta, untuk apa menciptakan permusuhan dengan sesama. Oleh karena itu, berbuatlah baik terhadap sesama dan alam sekitar, ciptakan suasana persaudaraan dan ketenangan di sekitar kita, tidak perlu untuk ingin dipuji, lakukan dari hati dan dengan senang hati, semua itu akan tercatat sebagai amal kebaikan tersendiri.

  

INKUIRI APRESIATIF

 Kesimpulan Inkuiri Apresiatif

Inkuiri Apresiatif adalah sebuah pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan. Inkuiri Apresiatif ini dikembangkan dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi positif dan pendidikan positif. Selain berbasis kekuatan juga merupakan model manajemen perubahan perbaikan dalam suatu system misalnya organisasi atau komunitas.. Inkuiri Apresiatif memulai perubahan dengan berdasarkan pertanyaan utama yang dijalankan dalam suasana positif dan apresiatif.

5 Tahapan Inkuiri Apresiatif disingkat dengan BAGJA.

1.     Buat Pertanyaan

Satu pertanyaan utama adalah menentukan arah penelusuran, penyelidikan dan penelitian terkait perubahan yang diinginkan. Tiap pertanyaan utama mewakili tiap tahapan proses BAGJA yang berbeda. Pertanyaan inilah yang akan didiskusikan bersama dan pilihlah salah satu pertanyaan yang akan didiskusikan sebelum membahas pertanyaan yang lain.

2.     Ambil Pelajaran

Dilakukan setelah kita sepakat memilih pertanyaan mana yang akan didisikusikan. Tahapan ini akan menuntun kita dalam mengambil pelajaran dari pengalaman positif individu maupun kelompok dari unsur berbeda maupun sama. Bagian ini akan menjawab pertanyaan lanjutan dari pertanyaan utama.

3.     Gali Mimpi

Tahapan ini menggambarkan keadaan ideal yang diinginkan oleh komunitas dengan menggambarkan secara rinci melalui sebuah narasi. Dalam perencanaan, kita akan menyusun pertanyaan pemandu dalam penggalian mimpi tersebut, misalnya seperti apa orang yang terlibat, kebiasaan baru yang akan terjadi dan sumber daya apa yang akan tersedia.

4.     Jabarkan Rencana

Untuk mencapai gambaran yang diimpikan maka harus dijabarkan rencana yang akan dibuat. Tahapan ini adalah untuk mengidentifikasi tindakan yang diperlukan dan mengambil keputusan-keputusan ketika perencanaan awal kita perlu membuat pertanyaan-pertanyaan rencana yang lebih konkrit, seperti siapa, bagaimana dan kapan dilakukan.

5.     Atur Eksekusi

Tahapan ini mengatur siapa saja yang terlibat dalam tahapan yang dibuat. Tahapan ini membantu mentransformasi rencana menjadi nyata. Oleh karena itu diperlukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu memutuskan peran dalam pelaksanaan, seperti siapa yang terlibat, bagaimana melaksanakan, system evaluasi dan pelaporannya.

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL GP 1.3

 


Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata

Judul  : Membuat Kesepakatan Target Belajar Harian

Nama : Siti Dhomroh, S.Pd

Latar Belakang

Keberhasilan sebuah proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh seorang guru saja, namun diperlukan keterlibatan siswa juga di dalamnya. Sebagus dan sebaik apapun metode yang digunakan oleh guru, jika guru tidak mampu memahami apa yang diinginkan siswanya dalam proses pembelajaran, tentunya metode pembelajaran itu tidak akan berhasil dan tujuan pembelajaran pun tidak akan tercapai.

Penyusunan target belajar harian digunakan untuk mengontrol proses belajar harian anak dengan menuliskannya pada cacatan target harian mereka. Dengan target belajar harian ini, seorang anak dapat melalukan evaluasi dan refleksi harian dari target yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Target belajar harian ini tidak hanya belajar pada mata pelajaran di sekolah, termasuk juga belajar tentang kecakapan hidup (life skill), belajar bagaimana menyelesaikan semua tugas mereka baik itu tugas dari sekolah maupun tugas-tugas yang mereka miliki di rumah.

Oleh karena itu guru harus memahami terlebih dahulu metode belajar seperti apa yang diinginkan oleh siswa. Setelah guru mengetahui, selanjutnya guru membuat kesepakatan target belajar dengan siswa. Penentuan kesepakatan target belajar ini harus benar-benar melibatkan siswa dan jangan didominasi oleh guru. Dengan adanya kesepakatan target belajar ini maka akan tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

 Tujuan

Adapun tujuan dari rancangan aksi nyata ini yaitu sebagai berikut.

  1. Untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam menentukan proses belajar di kelas dan di rumah.
  2. Untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa.
  3. Untuk mewujudkan visi siswa yang cerdas dan berakhlak mulia yang berwawasan lingkungan.

 Tolok Ukur

Adapun tolok ukur keberhasilan dari aksi nyata yang dilaksanakan ini sebagai berikut.

  1. Siswa terlibat secara aktif dan melahirkan kesepakatan target belajar.
  2. Terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa.
  3. Terwujudnya visi siswa yang cerdas dan berakhlak mulia yang berwawasan lingkungan.

 Rencana Tindakan yang akan Dilakukan

Adapun rencana tindakan yang akan saya lakukan untuk mewujudkan aksi nyata ini adalah sebagai berikut.

  • Menyebar kuisioner terkait target-target belajar yang mereka inginkan.
  • Melakukan pertemuan dengan siswa untuk membahas hasil pengisian kuisioner.
  • Menetapkan kesepakatan target belajar bersama dengan siswa.
  • Memajang kesepakatan belajar di dinding kelas.
  • Menugaskan siswa untuk mencatat kesepakatan target belajar yang telah disepakati untuk selalu diingat.
  • Membuat dokumentasi.
  • Menyusun laporan.

 Dukungan yang Dibutuhkan

Untuk melancarkan pelaksanaan rancangan tindakan untuk aksi nyata yang telah disusun, tentunya diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Adapun dukungan perlukan antara lain, dukungan dan izin kepala sekolah, guru, keterlibatan siswa, dan juga dukungan dari orang tua siswa

 


DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL GP 1.2

Berikut ini adalah Demonstrasi Kontekstual

SITI DHOMROH, S. Pd

CGP SMAN 1 Gerung



KONEKSI ANTAR MATERI MODUL GP 1.2

 Tugas 1.2.a.9 Koneksi Antar Materi

Nilai dan peran guru penggerak, keduanya melekat dalam diri pribadi seorang guru yang merdeka. Nilai guru penggerak merupakan kekuatan untuk melakukan perannya  dalam upaya melakukan perubahan untuk mencetak pelajar Pancasila.

Koneksi antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara.

Nilai dan peran guru penggerak sangat berkaitan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Keduanya saling menguatkan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan sesuai dengan filosofi KHD. Sebagai contoh nilai berpihak pada siswa sesuai dengan filosofi KHD yang menghendaki seorang guru harus berhamba pada anak. Demikian juga dengan peran guru untuk mewujudkan kepemimpinan siswa sesuai dengan filosofi KHD bahwa tujuan Pendidikan adalah menuntun anak agar selamat dan Bahagia sebagai manusia secara pribadi dan sosial.

Strategi yang dilakukan

Untuk mencapai nilai guru penggerak, strategi yang saya lakukan antara lain:

Pertama, berkomitmen untuk membuat perubahan diri dan lingkungan dengan melayani siswa dalam berbagai keadaan. Ini penting dilakukan karena setiap siswa memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda, maka diharapkan guru selalu siap dalam keadaan apapun.

Kedua, senantiasa membangun semangat belajar dalam berbagai situasi, baik semangat belajar siswa maupun rekan sejawat. Situasi pembelajaran harus diciptakan sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Situasi inilah yang akan membuat siswa dan guru merasa nyaman untuk melakukan proses pembelajaran.

Ketiga, mengembangkan inovasi pembelajaran bersama komunitas. Nilai kolaboratif inilah yang harus dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan peran guru penggerak yaitu menggerakan komunitas praktisi dan mendorong kolaborasi antar guru.

Pihak yang terlibat dan perannya

Sebagai guru penggerak, membutuhkan pihak lain untuk mencapai tujuan Bersama. Pihak-pihak tersebut antara lain:

Siswa, siswa memberikan dukungan dengan berpartisipasi aktif dalam implementasi gagasan di kelas. Hal ini akan memberi semangat guru untuk selalu menggali ide-ide baru dalam proses itu. Siswa yang menerima gagasan-gagasan guru akan membuat guru terus bergerak melakukan perubahan dan refleksi diri.

Rekan sejawat, peran rekan sejawat adalah sebagai teman berkolabolasi untuk melakukan perubahan baik pada diri dan lingkungan.

Kepala sekolah, sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah berperan dalam memberikan dukungan dan kebijakan dalam implementasi nilai dan peran guru penggerak. Dukungan kepala sekolah besar artinya bagi seorang guru penggerak. Selain itu, kebijakan sekolah yang berpihak pada guru penggerak akan memudahkan guru penggerak melakukan perubahan.

Orangtua/wali, orang tua berperan menjadi sumber informasi kemajuan belajar siswa di rumah. Dari informasi tersebut, guru penggerak bisa menyusun langkah tepat yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan anak mereka.

Komite sekolah, sebagai perwujudan dari orang tua/wali, komite sekolah memiliki peran menjangkau semua lapisan. Melalui komite sekolah, guru penggerak akan mudah melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran siswa di rumah. Dengan demikian guru penggerak akan terpacu menemukan langkah konkrit untuk memberikan tuntunan pada siswa.

Rancangan Aksi Nyata Modul GP 1.1

RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 1.1

PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA SISWA

Langkah-langkah :

Meminta izin kepala sekolah 
Melakukan kesepakatan dengan siswa tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Membuka ruang diskusi dengan rekan sejawat.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 
Refleksi hasil kegiatan pembelajaran.

Latar Belakang :

Filosofi Ki Hajar Dewantara menekankan pembelajaran yang mengutamakan keberpihakan pada siswa.


Tujuan :

Meningkatkan motivasi belajar.
Siswa dapat melakukan kegiatan sehari-hari di rumah dan mampu melakukan refleksi.
Mendorong kolaborasi antar guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

TOLOK UKUR :

Meningkatnya motivasi belajar siswa dan kolaborasi antar guru.

DUKUNGAN :


Kepala sekolah, berupa izin melaksanakan kegiatan.
Orangtua atau wali, berupa kerjasama dalam memantau tindakan aksi nyata anak di rumah. 
Rekan sejawat, berupa adanya ruang diskusi positif.

CARA MENDAPAT DUKUNGAN :


Kepala sekolah, meminta izin untuk melaksanakan kegiatan aksi nyata.
Orangtua atau wali, melakukan kesepakatan bersama siswa untuk menyampaikan pesan pembelajaran secara daring dengan menggunakan Google Meet kepada orangtua masing-masing.
Rekan sejawat, melakukan dialog dan diskusi terkait peningkatan kualitas pembelajaran.

AKSI NYATA

Dengan melihat kondisi di lapangan saat ini mendorong saya untuk melakukan sebuah aksi nyata untuk melakukan perubahan setidaknya di satuan pendidikan saya saat ini. Adapun aksi nyata yang saya lakukan adalah mengubah metode pembelajaran yang mulanya fokus pada penuntasan materi menjadi berpusat kepada siswa yakni saya mengajarkan pembelajaran kecakapan hidup di rumah dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan dirumah dan saya mengajak murid saya untuk merefleksi bagaimana pembelajaran yang telah dilaksanakan dan membiasakan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.


A.    KEGIATAN AKSI NYATA

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, perlu adanya sebuah aksi nyata dari saya sebagai calon Guru penggerak. Kegiatan Aksi nyata yang saya lakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan secara bertahap. Saya melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah sebagai pimpinan satuan pendidikan saya untuk memaparkan rencana kegiatan rancangan.

Tahap berikutnya adalah saya melaksanakan diagnosis non kognitif dengan cara berdiskusi secara daring untuk menentukan kesepakatan bersama jadwal pelaksanaan pembelajaran daring. Pembelajaran daring ini menggunakan aplikasi Google meeting.

Namun, pada tahap ini saya mendapati beberapa kendala. Salah satu kendala terbesarnya adalah masalah kuota internet yang sangat besar saat menggunakan aplikasi ini. Hal ini dikarenakan tidak semua siswa mendapatkan paket internet dari kemendikbud, diperparah lagi karena penghasilan orang tua murid saya masih banyak dibawah rata-rata. Sebagian besar dari orang tua murid bekerja sebagai pekerja tidak tetap dengan penghasilan yang tidak tetap pula. Kendala lainya adalah berkaitan dengan smartphone (gawai) murid yang sebagian besar masih belum begitu mendukung pembelajaran dari segi kapasitas memori.

Selanjutnya, saya beserta murid melaksanakan kegiatan pembelajaran daring melalui aplikasi Google meeting membahas teknik dan strategi pembelajaran bermakna.

B.    HASIL DARI AKSI NYATA

Secara umum, hasil yang diperoleh setelah melaksanakan pembelajaran aksi nyata adalah adanya perubahan dari segi motivasi belajar dan partisipasi dalam mengikuti pembelajaran bermakna. Setelah sebelumnya saya memberikan waktu khusus kepada murid untuk melaksanakan pemebelajaran bermakna sesuai dengan kodrat anak serta mengarah kepada konsep merdeka Belajar. Di awal kegiatan terdapat kesepakatan bahwa murid diperbolehkan memilih kegiatan yang dan disepakati berdasarkan kegiatan yang benar-benar diinginkan oleh murid. Kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

 

C.    PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN KEGIATAN

1.     KEGAGALAN:

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa salah satu  kendala dalam pelaksanaannya karena menggunakan aplikasi zoom meeting beberapa HP siswa tidak mendukung. Hal ini kerena memori Smartphone yang dimiliki oleh murid sangat terbatas. Selain Paket Internet yang terbatas, masalah koneksi yang tidak stabil juga mempengaruhi kondisi kegiatan Aksi nyata ini sehingga beberapa murid tidak dapat mengikutinya. Namun saya mengatasi masalah ini dengan mengirimkan file presentasi ke grup agar dapat dilihat murid yang tidak dapat mengikuti pembelajaran.

2.     KEBERHASILAN:

Kegiatan aksi nyata yang saya lakukan di satuan pendidikan memikili dampak positif bagi murid saya. Salah satunya adalah ada peningkatan motivasi belajar murid. Mereka berpendapat kegiatan ini mampu memotivasi mereka dalam mengikuti pembelajaran karena konsep merdeka belajar yang membuat mereka lebih tertarik dan tertantang dalam melaksanakan pembelajaran tersebut.


D.    RENCANA PERBAIKAN PELAKSAAN DI MASA MENDATANG.

Ada beberapa perbaikan yang masih harus saya lakukan demi peningkatan kualitas pendidikan paling tidak di satuan pendidikan saya. Dengan mengupgrade diri untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik di sekolah saya. Langkah kedepannya yang saya lakukan adalah dengan mengajak rekan guru di satuan pendidikan saya. Tujuannya adalah mengajak rekan guru untuk berkolaborasi menanamkan filosofi Ki Hadjar Dewantara yang memberikan pembelajaran yang berpusat kepada siswa

DEMONTRASI KONTEKSTUAL MODUL GP 1.1

 Berikut ini adalah demonstrasi kontekstual modul guru penggerak 1.1

Siti Dhomroh, S. Pd

CGP SMAN 1 Gerung Lombok Barat






KONEKSI ANTAR MATERI MODUL GP 1.1

Koneksi Antar Materi Modul GP 1.1

Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan dan pengajaran sejatinya adalah untuk peningkatan kualitas pendidikan. Guru sebagai penuntun yang akan menumbuhkembangkan kodrat anak dengan system pengajaran yang berpusat pada anak. Dalam menuntun, peran guru adalah memberikan tuntunan dalam banyak hal positif dalam upaya membentuk budi pekerti dan karakter luhur. Budi pekerti dan karakter luhur ini dituangkan dalam profil pelajar Pancasila.

Pemikiran lain Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan tempat persemaiannya benih kebudayaan. Dalam pengajarannya, guru harus berpusat pada siswa dengan menanamkan nilai-nilai kebudayaan dengan memperhatikan trikon, yaitu konvergen, konsentris dan kontinu. Artinya selalu terbuka dengan dunia luar (konvergen), namun tetap berpusat pada budaya dan kearifan local (konsentris), dikembangkan secara terus menerus (kontinu).

Pendidikan menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan. Pemikiran ini memberi arti bahwa pendidikan yang berpusat pada siswa dengan tetap mengembangkan nilai kemanusian. Menjadikan siswa sebagai pribadi utuh dan tidak melepaskan dari status sebagai makhluk sosial. Sehingga tujuan pendidikan menjadikan anak bahagia sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat akan tercapai.

Pendidikan hendaknya bersifat terbuka terhadap perkembangan zaman, namun harus senantiasa waspada terhadap perubahannya agar tidak membahayakan kehidupan anak. Artinya, dalam pengajarannya, guru harus memperhatikan kodrat alam dan zamannya. Dibutuhkan kreativitas guru untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna menyesuaikan dengan kodrat itu. 

Refleksi Diri

Dari pemikiran KHD di atas, akan menjadikan refleksi diri dengan 3 hal penting, yaitu 1) apa yang saya percaya sebelum saya mempelajari modul, 2) apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini, dan 3) apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD.

1.   Pemikiran awal

Sebelum mempelajari modul ini, saya percaya bahwa siswa saya sebenarnya memiliki potensi dan bakat masing-masing. Hanya saja potensi dan bakat itu tidak dikembangkan secara optimal sesuai dengan pemikiran KHD. Dalam proses pembelajaran di kelas, saya cenderung menyamaratakan potensi siswa untuk mengejar tuntutan kurikulum. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tidak maksimal, siswa yang pandai terus melaju, namun siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata akan tetap tertinggal.

Selain itu, saya juga menganggap bahwa siswa saya tidak memiliki kemampuan dasar tentang materi yang akan saya ajarkan. Akhirnya penjelasan di kelas didominasi oleh guru, sehingga jarang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan awal yang mereka miliki. Saya menganggap bahwa siswa saya tidak bisa diajak berkolaborasi, sehingga  saya sendirilah yang mengatur persiapan pembelajaran.

2.   Perubahan pemikiran

Namun, sedikit demi sedikit pemahaman dan pengetahuan saya bertambah. Pemikiran saya tentang potensi siswa pun berubah. Hal inilah yang membuat saya berpikir untuk menemukan cara mengajar sesuai potensi dan bakat mereka masing-masing. Bukan saja pemikiran, melainkan juga perilaku saya yang berubah. Perubahan nyata yang saya rasakan yaitu keinginan saya membuka diri untuk berkolaborasi dengan siswa mempersiapkan proses pembelajaran di kelas yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

3.   Yang akan saya terapkan

Dari perubahan pemikiran dan perilaku yang saya alami, maka upaya pun mulai saya kembangkan. Saya tidak lagi menganggap potensi siswa sama, mereka memiliki potensi yang berbeda dan harus dikembangkan secara berbeda degan cara berbeda pula. Ini saya lakukan dengan mengembangkan penilaian diri mereka.

     Saya juga akan menerapkan prinsip kolaborasi dengan siswa dalam mempersiapkan proses                    pembelajaran. Ini saya lakukan untuk mengembangkan dan merangsang tumbuhnya profil pelajar         Pancasila, dan menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan mereka.


Penerapan Pembelajaran

Saya akan mencoba mengembangkan merdeka belajar berbasis siswa.

1.   Persiapan

Pada tahap persiapan, saya akan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Aktivitas, namun sebelumnya saya akan membuatkan penilaian diri terhadap mereka. Selain itu, akan menyiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran kolaboratif bersama siswa untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila pada diri mereka.

2.   Pelaksanan

Tahap pelaksanaan, proses pembelajaran terbagi menjadi tiga, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan menitikberatkan pada upaya mengetahui dan menggali potensi siswa, dengan cara melakukan apersepsi dan motivasi.

Pada kegiatan inti saya akan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Langkah konkret yang akan saya lakukan, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih model belajar mandiri. Selanjutnya saya akan memberikan penguatan materi yang telah mereka pelajari. Saya akan memberikan pilihan metode dalam pembagian kelompok, dengan membimbing mereka menentukan pembagian kelompok menggunakan metode pembagian kelompok secara heterogen yang disepakati.

Langkah selanjutnya adalah membimbing siswa melakukan praktikum dengan alat, bahan, dan media yang telah disepakati bersama menyesuaikan dengan ketersediaan baik di sekolah maupun di rumah. Setelah praktikum selesai, selanjutnya membimbing siswa melakukan diskusi kelompok dan membuat presentasi dengan metode sesuai minat dan kreativitas kelompok. Memasuki tahap presentasi hasil diskusi kelompok, saya akan membimbing perwakilan kelompok melakukan presentasi hasil diskusi. Sebagai akhir kegiatan inti, saya akan memberikan penguatan hasil presentasi.

3.   Penutup

Pada kegiatan penutup saya akan membimbing siswa melakukan penarikan kesimpulan. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi pembelajaran. Untuk penugasan, saya akan memberikan pilihan penugasan untuk dikerjakan di rumah. Bentuk penugasan mandiri meliputi soal literasi dan numerasi, atau posting cerita selama mengikuti pembelajaran di web sekolah, atau media lain dan sebagainya.




Semoga Langkah-langkah yang akan saya ambil dapat mewujudkan rencana proses pembelajaran berpusat pada siswa sehingga tercipta pembelajaran yang sesuai pemikiran KHD.


DIBALIK MIE SIAP SAJI

  DIBALIK MIE SIAP SAJI Semua orang pasti mengenal makanan siap saji yang bernama mie instan. Selain mudah didapat, varian makanan ini ber...