Akhirnya
Perjalanan seorang manusia dimulai dari awal ditiupkan ruh dalam
badan saat di kandungan. Setelah lahir ke dunia saatnya memulai kehidupan baru
yang penuh dengan godaan fatamorgana. Saat menjadi anak-anak dan remaja, mereka
dipoles dan dibentuk karakternya oleh orangtua dan lingkungannya. Indahnya
kehidupan saat menjadi anak-anak tanpa adanya beban kehidupan. Kehidupan masa
anak-anak isinya adalah belajar yang dikemas dalam permainan. Permainan yang
menumbuhkan semua sifat asli anak-anak, lucu, polos dan tanpa ada beban hidup.
Saat remaja, lingkungan lebih berpengaruh untuk membentuk karakter
mereka. Orangtua menjadi benteng utama dalam menjaga masa-masa remaja ini.
Orangtua harus bisa berperan menjadi teman dan sahabat bagi mereka. Saat remaja
inilah mereka sedang membentuk jatidirinya untuk melanjutkan pada kehidupan
yang lebih menantang. Kehidupan yang mengharuskan kita memilih untuk menjadi
manusia dewasa yang baik atau tidak baik. Itu semua adalah pilihan yang harus
dipilih dan dipatri dalam diri.
Setelah remaja menuju dewasa, saatnya menjadi orangtua yang akan
melahirkan kembali generasi-generasi penerus. Pilihan menjadi manusia
berkarakter baik atau tidak baik, keduanya memiliki konsekuensi masing-masing
terhadap masyarakat dan penciptaNya. Menjadi manusia yang berkarakter baik akan
menempatkan kita menjadi manusia agung di depan Sang Pencipta dan terhormat di
tengah masyarakat. Begitu pula sebaliknya, menjadi manusia berkarakter tidak
baik maka akan menempatkan kita menjadi manusia yang ditentang oleh masyarakat
dan hina di hadapan Sang Pencipta.
Kehidupan manusia maksimal hanya sampai menjadi orangtua. Setelah
puas dan menikmati dengan menjadi orangtua, akhirnya semua juga akan kembali
kepada Sang Pencipta dengan caraNya. Akhir kehidupan bisa saja saat masih
anak-anak, remaja, menginjak dewasa bahkan saat belum sempat melihat indahnya
dunia. Dengan demikian, untuk apa menjadi manusia tidak baik, untuk apa
menyombongkan diri karena jabatan, karena harta, untuk apa menciptakan
permusuhan dengan sesama. Oleh karena itu, berbuatlah baik terhadap sesama dan
alam sekitar, ciptakan suasana persaudaraan dan ketenangan di sekitar kita,
tidak perlu untuk ingin dipuji, lakukan dari hati dan dengan senang hati, semua
itu akan tercatat sebagai amal kebaikan tersendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar