Jumat, 11 Juni 2021

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL GP 1.1

Koneksi Antar Materi Modul GP 1.1

Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan dan pengajaran sejatinya adalah untuk peningkatan kualitas pendidikan. Guru sebagai penuntun yang akan menumbuhkembangkan kodrat anak dengan system pengajaran yang berpusat pada anak. Dalam menuntun, peran guru adalah memberikan tuntunan dalam banyak hal positif dalam upaya membentuk budi pekerti dan karakter luhur. Budi pekerti dan karakter luhur ini dituangkan dalam profil pelajar Pancasila.

Pemikiran lain Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan tempat persemaiannya benih kebudayaan. Dalam pengajarannya, guru harus berpusat pada siswa dengan menanamkan nilai-nilai kebudayaan dengan memperhatikan trikon, yaitu konvergen, konsentris dan kontinu. Artinya selalu terbuka dengan dunia luar (konvergen), namun tetap berpusat pada budaya dan kearifan local (konsentris), dikembangkan secara terus menerus (kontinu).

Pendidikan menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan. Pemikiran ini memberi arti bahwa pendidikan yang berpusat pada siswa dengan tetap mengembangkan nilai kemanusian. Menjadikan siswa sebagai pribadi utuh dan tidak melepaskan dari status sebagai makhluk sosial. Sehingga tujuan pendidikan menjadikan anak bahagia sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat akan tercapai.

Pendidikan hendaknya bersifat terbuka terhadap perkembangan zaman, namun harus senantiasa waspada terhadap perubahannya agar tidak membahayakan kehidupan anak. Artinya, dalam pengajarannya, guru harus memperhatikan kodrat alam dan zamannya. Dibutuhkan kreativitas guru untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna menyesuaikan dengan kodrat itu. 

Refleksi Diri

Dari pemikiran KHD di atas, akan menjadikan refleksi diri dengan 3 hal penting, yaitu 1) apa yang saya percaya sebelum saya mempelajari modul, 2) apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini, dan 3) apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD.

1.   Pemikiran awal

Sebelum mempelajari modul ini, saya percaya bahwa siswa saya sebenarnya memiliki potensi dan bakat masing-masing. Hanya saja potensi dan bakat itu tidak dikembangkan secara optimal sesuai dengan pemikiran KHD. Dalam proses pembelajaran di kelas, saya cenderung menyamaratakan potensi siswa untuk mengejar tuntutan kurikulum. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tidak maksimal, siswa yang pandai terus melaju, namun siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata akan tetap tertinggal.

Selain itu, saya juga menganggap bahwa siswa saya tidak memiliki kemampuan dasar tentang materi yang akan saya ajarkan. Akhirnya penjelasan di kelas didominasi oleh guru, sehingga jarang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan awal yang mereka miliki. Saya menganggap bahwa siswa saya tidak bisa diajak berkolaborasi, sehingga  saya sendirilah yang mengatur persiapan pembelajaran.

2.   Perubahan pemikiran

Namun, sedikit demi sedikit pemahaman dan pengetahuan saya bertambah. Pemikiran saya tentang potensi siswa pun berubah. Hal inilah yang membuat saya berpikir untuk menemukan cara mengajar sesuai potensi dan bakat mereka masing-masing. Bukan saja pemikiran, melainkan juga perilaku saya yang berubah. Perubahan nyata yang saya rasakan yaitu keinginan saya membuka diri untuk berkolaborasi dengan siswa mempersiapkan proses pembelajaran di kelas yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

3.   Yang akan saya terapkan

Dari perubahan pemikiran dan perilaku yang saya alami, maka upaya pun mulai saya kembangkan. Saya tidak lagi menganggap potensi siswa sama, mereka memiliki potensi yang berbeda dan harus dikembangkan secara berbeda degan cara berbeda pula. Ini saya lakukan dengan mengembangkan penilaian diri mereka.

     Saya juga akan menerapkan prinsip kolaborasi dengan siswa dalam mempersiapkan proses                    pembelajaran. Ini saya lakukan untuk mengembangkan dan merangsang tumbuhnya profil pelajar         Pancasila, dan menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan mereka.


Penerapan Pembelajaran

Saya akan mencoba mengembangkan merdeka belajar berbasis siswa.

1.   Persiapan

Pada tahap persiapan, saya akan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Aktivitas, namun sebelumnya saya akan membuatkan penilaian diri terhadap mereka. Selain itu, akan menyiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran kolaboratif bersama siswa untuk menumbuhkan profil pelajar Pancasila pada diri mereka.

2.   Pelaksanan

Tahap pelaksanaan, proses pembelajaran terbagi menjadi tiga, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan pendahuluan menitikberatkan pada upaya mengetahui dan menggali potensi siswa, dengan cara melakukan apersepsi dan motivasi.

Pada kegiatan inti saya akan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Langkah konkret yang akan saya lakukan, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih model belajar mandiri. Selanjutnya saya akan memberikan penguatan materi yang telah mereka pelajari. Saya akan memberikan pilihan metode dalam pembagian kelompok, dengan membimbing mereka menentukan pembagian kelompok menggunakan metode pembagian kelompok secara heterogen yang disepakati.

Langkah selanjutnya adalah membimbing siswa melakukan praktikum dengan alat, bahan, dan media yang telah disepakati bersama menyesuaikan dengan ketersediaan baik di sekolah maupun di rumah. Setelah praktikum selesai, selanjutnya membimbing siswa melakukan diskusi kelompok dan membuat presentasi dengan metode sesuai minat dan kreativitas kelompok. Memasuki tahap presentasi hasil diskusi kelompok, saya akan membimbing perwakilan kelompok melakukan presentasi hasil diskusi. Sebagai akhir kegiatan inti, saya akan memberikan penguatan hasil presentasi.

3.   Penutup

Pada kegiatan penutup saya akan membimbing siswa melakukan penarikan kesimpulan. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi pembelajaran. Untuk penugasan, saya akan memberikan pilihan penugasan untuk dikerjakan di rumah. Bentuk penugasan mandiri meliputi soal literasi dan numerasi, atau posting cerita selama mengikuti pembelajaran di web sekolah, atau media lain dan sebagainya.




Semoga Langkah-langkah yang akan saya ambil dapat mewujudkan rencana proses pembelajaran berpusat pada siswa sehingga tercipta pembelajaran yang sesuai pemikiran KHD.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DIBALIK MIE SIAP SAJI

  DIBALIK MIE SIAP SAJI Semua orang pasti mengenal makanan siap saji yang bernama mie instan. Selain mudah didapat, varian makanan ini ber...