Jumat, 11 Juni 2021

Rancangan Aksi Nyata Modul GP 1.1

RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 1.1

PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA SISWA

Langkah-langkah :

Meminta izin kepala sekolah 
Melakukan kesepakatan dengan siswa tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Membuka ruang diskusi dengan rekan sejawat.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 
Refleksi hasil kegiatan pembelajaran.

Latar Belakang :

Filosofi Ki Hajar Dewantara menekankan pembelajaran yang mengutamakan keberpihakan pada siswa.


Tujuan :

Meningkatkan motivasi belajar.
Siswa dapat melakukan kegiatan sehari-hari di rumah dan mampu melakukan refleksi.
Mendorong kolaborasi antar guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

TOLOK UKUR :

Meningkatnya motivasi belajar siswa dan kolaborasi antar guru.

DUKUNGAN :


Kepala sekolah, berupa izin melaksanakan kegiatan.
Orangtua atau wali, berupa kerjasama dalam memantau tindakan aksi nyata anak di rumah. 
Rekan sejawat, berupa adanya ruang diskusi positif.

CARA MENDAPAT DUKUNGAN :


Kepala sekolah, meminta izin untuk melaksanakan kegiatan aksi nyata.
Orangtua atau wali, melakukan kesepakatan bersama siswa untuk menyampaikan pesan pembelajaran secara daring dengan menggunakan Google Meet kepada orangtua masing-masing.
Rekan sejawat, melakukan dialog dan diskusi terkait peningkatan kualitas pembelajaran.

AKSI NYATA

Dengan melihat kondisi di lapangan saat ini mendorong saya untuk melakukan sebuah aksi nyata untuk melakukan perubahan setidaknya di satuan pendidikan saya saat ini. Adapun aksi nyata yang saya lakukan adalah mengubah metode pembelajaran yang mulanya fokus pada penuntasan materi menjadi berpusat kepada siswa yakni saya mengajarkan pembelajaran kecakapan hidup di rumah dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan dirumah dan saya mengajak murid saya untuk merefleksi bagaimana pembelajaran yang telah dilaksanakan dan membiasakan menggunakan bahasa yang baik dan sopan.


A.    KEGIATAN AKSI NYATA

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, perlu adanya sebuah aksi nyata dari saya sebagai calon Guru penggerak. Kegiatan Aksi nyata yang saya lakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan secara bertahap. Saya melakukan diskusi dengan Kepala Sekolah sebagai pimpinan satuan pendidikan saya untuk memaparkan rencana kegiatan rancangan.

Tahap berikutnya adalah saya melaksanakan diagnosis non kognitif dengan cara berdiskusi secara daring untuk menentukan kesepakatan bersama jadwal pelaksanaan pembelajaran daring. Pembelajaran daring ini menggunakan aplikasi Google meeting.

Namun, pada tahap ini saya mendapati beberapa kendala. Salah satu kendala terbesarnya adalah masalah kuota internet yang sangat besar saat menggunakan aplikasi ini. Hal ini dikarenakan tidak semua siswa mendapatkan paket internet dari kemendikbud, diperparah lagi karena penghasilan orang tua murid saya masih banyak dibawah rata-rata. Sebagian besar dari orang tua murid bekerja sebagai pekerja tidak tetap dengan penghasilan yang tidak tetap pula. Kendala lainya adalah berkaitan dengan smartphone (gawai) murid yang sebagian besar masih belum begitu mendukung pembelajaran dari segi kapasitas memori.

Selanjutnya, saya beserta murid melaksanakan kegiatan pembelajaran daring melalui aplikasi Google meeting membahas teknik dan strategi pembelajaran bermakna.

B.    HASIL DARI AKSI NYATA

Secara umum, hasil yang diperoleh setelah melaksanakan pembelajaran aksi nyata adalah adanya perubahan dari segi motivasi belajar dan partisipasi dalam mengikuti pembelajaran bermakna. Setelah sebelumnya saya memberikan waktu khusus kepada murid untuk melaksanakan pemebelajaran bermakna sesuai dengan kodrat anak serta mengarah kepada konsep merdeka Belajar. Di awal kegiatan terdapat kesepakatan bahwa murid diperbolehkan memilih kegiatan yang dan disepakati berdasarkan kegiatan yang benar-benar diinginkan oleh murid. Kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

 

C.    PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN KEGIATAN

1.     KEGAGALAN:

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa salah satu  kendala dalam pelaksanaannya karena menggunakan aplikasi zoom meeting beberapa HP siswa tidak mendukung. Hal ini kerena memori Smartphone yang dimiliki oleh murid sangat terbatas. Selain Paket Internet yang terbatas, masalah koneksi yang tidak stabil juga mempengaruhi kondisi kegiatan Aksi nyata ini sehingga beberapa murid tidak dapat mengikutinya. Namun saya mengatasi masalah ini dengan mengirimkan file presentasi ke grup agar dapat dilihat murid yang tidak dapat mengikuti pembelajaran.

2.     KEBERHASILAN:

Kegiatan aksi nyata yang saya lakukan di satuan pendidikan memikili dampak positif bagi murid saya. Salah satunya adalah ada peningkatan motivasi belajar murid. Mereka berpendapat kegiatan ini mampu memotivasi mereka dalam mengikuti pembelajaran karena konsep merdeka belajar yang membuat mereka lebih tertarik dan tertantang dalam melaksanakan pembelajaran tersebut.


D.    RENCANA PERBAIKAN PELAKSAAN DI MASA MENDATANG.

Ada beberapa perbaikan yang masih harus saya lakukan demi peningkatan kualitas pendidikan paling tidak di satuan pendidikan saya. Dengan mengupgrade diri untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik di sekolah saya. Langkah kedepannya yang saya lakukan adalah dengan mengajak rekan guru di satuan pendidikan saya. Tujuannya adalah mengajak rekan guru untuk berkolaborasi menanamkan filosofi Ki Hadjar Dewantara yang memberikan pembelajaran yang berpusat kepada siswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DIBALIK MIE SIAP SAJI

  DIBALIK MIE SIAP SAJI Semua orang pasti mengenal makanan siap saji yang bernama mie instan. Selain mudah didapat, varian makanan ini ber...