Rabu, 15 September 2021

Sepenggal Rasa Sang Penggerak

 Sepenggal Rasa Sang Penggerak

Oleh

Siti Dhomroh

CGP SMAN 1 Gerung

 Pada awalnya saya tidak tertarik mengikuti diklat program guru penggerak. Tahun ini adalah titik kejenuhan untuk mengikuti semua kegiatan yang bernama diklat. Saya sudah tidak berfikir tentang kenaikan pangkat karena secara kepangkatan, pangkat saya tergolong tinggi lebih awal di antara teman lain. Namun saat pendaftaran program guru penggerak tinggal seminggu lagi, seorang pengawas memberikan motivasi kepada saya untuk mengikuti kegiatan guru penggerak ini karena di sekolah saya tidak ada satupun guru yang mengikuti. “Sekolah sebesar itu tidak ada satu gurupun yang ikut, apa kata dunia”, itu kalimat yang langsung menancap tajam di relung hati. Panas rasanya dihujani kalimat seperti itu.

Karena memang tipe saya adalah suka penasaran dan jiwa pembelajar yang tinggi, saya membuka SIM PKB. Ternyata undangan untuk mengikuti seleksi guru penggerak itu ada. Ku buka syarat administrasi, ternyata mudah untuk dilengkapi, dengan meminta ijin - dukungan kepala sekolah dan rekomendasi pengawas, maka surat itu langsung bisa diuploud. Administrasi berikutnya adalah menulis esai. Menulis esai ini adalah menulis pengalaman pribadi berdasarkan panduan pertanyaan. Saya menyelesaikan tulisan esai ini dalam waktu tiga hari sebanyak 5 nomor yang setiap nomor memiliki kurang lebih 5 pertanyaan. Total tulisan 20 halaman menggunakan spasi 1,5 TNR 12. Tulisan esai ini sebenarnya langsung dijawab di kolom pertanyaan, namun berdasarkan pengalaman awal, saya sering kehilangan tulisan saat jaringan internet memburuk, maka saya mensiasati untuk menulis terlebih dahulu di file docx.

Tes bakat skolastik saya jalani dengan lumayan memeras otak, tapi alhamdulillah semua bisa dilewati meski dengan susah payah. Dalam penantian pengumuman seleksi tahap I ini saya meyakini bahwa saya akan lulus, dan benar saya dinyatakan lulus tahap ini. Seleksi berikutnya adalah simulasi mengajar. Pada tahap ini saya jarang membuka SIM PKB, akibatnya saya tidak tahu jadwal simulasi mengajar sudah tiba. Saat jadwal simulasi mengajar, saat itu saya baru datang dari sekolah, tiba-tiba saya ditelpon oleh narahubung. Tanpa memperkenalkan diri, tanpa basa-basi di seberang sana seseorang ngomong terus tanpa henti, saat itu saya belum sadar kalau itu narahubung guru penggerak. Saat dia marah, mengira bahwa saya main-main ikut guru penggerak, maka saat itu juga saya minta maaf karena tidak pernah buka SIM PKB. Beliau menghubungi saya karena jadwal simulasi mengajar saya tiba hari itu, dan asesor sudah menunggu. Sempat saya dimarah oleh narahubung, karena dikira saya tidak serius mengikuti program guru penggerak ini.  Karena belum siap dengan administrasi dan kelengkapan lainnya, maka saya meminta untuk dimundurkan jadwal seminggu lagi. Saat itu sebenarnya saya sudah pasrah jika tidak lulus karena tidak mengikuti simulasi mengajar, meski telah melalui serangkaian tes yang sungguh memeras energi. Akhirnya atas ijin asesor, jadwal saya untuk melakukan simulasi mengajar mundur 1 minggu lagi. Alhamdulillah Yaa Allah….Engkau telah memberi kesempatan pada hamba untuk mengikuti program guru penggerak.

Dengan cepat saya menyusun RPP, kemudian RPP tersebut harus diuploud  melalui web guru berbagi sebagai syarat mengikuti simulasi mengajar. Akhirnya saat jadwal simulasi mengajar tiba yaitu sore hari, pagi harinya kembali narahubung menghubungi saya untuk mengingatkan bahwa sore hari adalah jadwal simulasi mengajar saya dengan didampingi 2 orang asesor. Saya menggunakan teras rumah sebagai tempat mengajar dengan dibantu oleh anak dan suami menyiapkan segalanya. Setelah simulasi mengajar selesai, dilanjutkan wawancara bersama asesor beberapa menit. Akhirnya selesai sudah tes simulasi mengajar saya dengan berbagai macam rasa di dada.

Sebulan kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara selama 1 jam bersama 2 orang asesor yang berbeda dengan asesor pada saat simulasi mengajar. Wawancara terkait kebenaran yang ditulis di esai. Wawancara bersama asesor saya lalui dengan lancar, saya menjawab pertanyaan asesor semudah seperti saya bercerita dengan teman. Mengalir begitu saja, bagai air mengalir tanpa sumbatan.

Akhirnya rangkaian tahapan seleksi program guru penggerak telah saya jalani, tinggal menunggu hasil. Dalam masa penantian pengumuman, saya meyakini akan lulus seleksi. Saat wawancara dengan asesor, saya dapat menjawab semua pertanyaan dengan lancar tanpa kesulitan. Dilihat dari tanggapan asesor tentang jawaban saya, seakan para asesor memberi sinyal bahwa saya layak mengikuti program selanjutnya.

Allah itu atas prasangka hambaNya. Sesuai dengan keyakinan saya jika saya akan lulus program guru penggerak memang menjadi kenyataan. Meski saat itu saya berfikir belum tahu pasti untuk apa saya mengikuti program guru penggerak. Satu hal yang ada dalam pikiran saya, yaitu penasaran seperti apa program guru penggerak itu. Seperti apa program diklat yang diunggulkan oleh Mas Menteri selama 9 bulan ke depan dengan program merdeka belajarnya.

Akhirnya program guru penggerak resmi saya ikuti diawali dengan kegiatan pembukaan secara virtual bersama Mas Menteri dan kegiatan lokakarya perdana. Pada lokakarya perdana dijelaskan rangkaian kegiatan guru penggerak dari awal sampai akhir. Ada 10 kali lokakarya dan 3 modul besar yang harus diselesaikan melalui LMS (Learning Manajemen System). Hal yang paling saya suka saat lokakarya adalah bertemunya semua guru penggerak dalam satu kabupaten. Pertemuan saat lokakarya ini penuh dengan muatan ilmu baru bagi saya. Namun ada hal yang paling berat saat tiba jadwal lokakarya, yaitu saya harus menjalani tes swab antigen. Hati rasanya deg deg an menghadapi tes swab itu. Pikiran was-was, jika nanti hasilnya postif. 10 kali lokakarya maka 10 kali itulah saya akan menjalani tes swab antigen.

Pola kegiatan belajar yang digunakan pada program guru penggerak adalah MERRDEKA, kepanjangan dari Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Refleksi terbimbing, Demonstrasi konstekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, Aksi nyata. Kegiatan dengan pola inilah yang harus dilalui dalam setiap menyelesaikan modul-modul guru penggerak. Setiap modul diawali dengan pre tes dan diakhiri dengan post tes.

Mulai dari diri adalah menggali pengetahuan dan kemampuan guru penggerak sebelum mempelajari modul. Eksplorasi konsep, seorang guru penggerak harus menggali konsep secara mandiri melalui LMS dengan menyimpulkan, menjawab pertanyaan refleksi dari setiap yang dibaca dan dilihat. Ruang kolaborasi adalah tempat untuk saling berdiskusi bersama kelompok dan fasilitator tentang modul. Refleksi terbimbing merupakan hasil pemikiran kesimpulan setelah mengekplor dan berdiskusi bersama. Demonstrasi konstekstual adalah karya guru penggerak untuk dapat dijadikan aksi nyata. Elaborasi pemahaman adalah sesi bersama para ahli, guru penggerak menggali konsep bersama pakarnya. Koneksi antar materi adalah sesi guru penggerak mengaitkan materi yang telah diperoleh sebelumnya dengan materi saat ini yang dipelajari. Aksi nyata ini adalah sesi puncak setiap modul. Pada aksi nyata inilah penerapan pembelajaran modul itu akan terlihat berhasil atau tidak.

Setiap hari fasilitator selalu memantau kegiatan guru penggerak di LMS. Jadwal mengerjakan tugas melalui LMS tertulis dengan detail setiap harinya tentang apa yang harus dikerjakan hari itu. Memang tidak ada patokan harus jam berapa mengerjakan tugas, namun jika pengerjaan tugas itu lewat sehari saja maka akan menumpuk di hari berikutnya. Apalagi jika beberapa hari tidak mengerjakan tugas maka akan menambah beban berat lagi untuk hari berikutnya. Sesi yang tidak bisa dilewatkan adalah saat jadwal kolaborasi bersama kelompok dengan dipantau fasilitator, karena kegiatan ini menggunakan meeting room. Demikian juga dengan jadwal elaborasi yang jadwalnya telah ditetapkan oleh P4TK ini tidak bisa dilewatkan.

Sebagai seorang guru, saya memiliki tugas utama bersama siswa setiap hari disamping beberapa tugas tambahan di sekolah yang menjadi tanggungjawab saya. Kesibukan menyiapkan bahan pembelajaran, program kegiatan di sekolah sangat menyita energi dan pikiran setiap hari. Kesibukan menjadi istri dan ibu rumah tangga juga tak kalah repotnya. Untuk mensiasati agar semua tugas bisa terlaksana dengan baik maka saya harus memiliki komitmen diri dan target pencapaian harian.

Jika saya melaksanakan tugas sekolah sampai siang hari maka tugas LMS guru pengerak akan saya selesaikan pada sore atau malam harinya. Memang berat, dari pagi sampai siang harus menyelesaikan tugas utama di sekolah belum lagi tugas rumah tangga yang harus diselesaikan. Ibarat pepatah, istri itu bekerjanya dari terbitnya matahari sampai terbenamnya mata suami. Maka triknya dalam mengerjakan LMS guru penggerak adalah membuka setiap hari LMS dan mengerjakan setiap hari sesuai jadwal dengan panduan pertanyaan di LMS. Tidak perlu takut salah dalam menjawab tugas di LMS yang penting sesuai dengan instruksi. Terkadang permintaan di LMS adalah membuat hasil karya, bisa berupa poster, rekaman audio, video, bagan, maping atau lainnya. Jika dalam membuat karya tugas di LMS, tidak menemukan ide sama sekali maka saya mencari ide melalui canal youtube. Saya pilih ide-ide itu yang mudah dengan membuat modifikasi sesuai dengan materi yang telah didapatkan.

Program kegiatan Mas Menteri guru penggerak begitu bagus dan sempurna, namun perjalanan panjang selama 9 bulan membuat kegiatan ini kadang menjenuhkan. Untuk mengatasi kejenuhan ini, saya mensiasati dengan mengikuti kegiatan lain sebagai variasi. Kegiatan lain yang saya ikuti juga mendukung dalam pemenuhan kebutuhan untuk menyelesaikan tugas utama mengajar dan tugas-tugas di LMS. Kegiatan-kegiatan itu antara lain diklat membuat presentasi menarik dengan Canva, diklat pemanfaatan Google Workspace for Education dengan akun belajar.id dan diklat Google Master Trainer bersama REFO Indonesia. Kegiatan ini semuanya bersifat online sehingga memudahkan saya mengatur waktu dan menvariasikan kegiatan harian di LMS Guru Penggerak.

Materi dan ilmu yang didapat melalui kegiatan diklat program guru penggerak sungguh luar biasa banyak dan sangat bermanfaat untuk kepentingan di dunia pendidikan. Modul-modul itu begitu sempurna dibuat untuk diselesaikan para peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Sebenarnya untuk menyelesaikan modul-modul itu, jika benar-benar total mempelajari maka waktu yang tertera di modul tidaklah cukup. Perlu waktu lebih untuk mempelajari dengan benar dan sempurna. Materi dari modul-modul itu antara lain modul 1 terdiri dari 4 sub modul yaitu 1.1 Pemikiran Ki Hajar Dewantara, 1.2 Peran dan Nilai Guru Penggerak, 1.3 Visi Guru penggerak dan 1.4 Budaya Positif di Sekolah. Modul 2 terdiri dari 3 sub modul, yaitu 2.1 Memenuhi Kebutuhan Murid melalui Pembelajaran Berdiferensiasi, 2.2 Kompetensi Sosial dan Emosional dan 2.3 Coaching. Modul 3 terdiri dari 3 sub modul, yaitu 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya dan 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid.

Menjadi guru penggerak merupakan hal yang tak pernah terfikirkan sebelumnya. Jiwa yang selalu haus untuk belajar dan berharap memiliki tambahan pengetahuan untuk diaplikasikan di dunia nyata pendidikan. Sepenggal harapan sebagai guru penggerak adalah dapat mengembangkan dunia pendidikan untuk menjadikan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya melalui merdeka belajar. Program guru penggerak sangat bermanfaat bagi saya dengan pola yang dikembangkan melalui LMS dan lokakarya. Semoga program guru penggerak tidak berhenti dalam waktu 9 bulan saja, namun ada kelanjutan dalam program ini.

Sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa tugas pendidik adalah menuntun segala kodrat yang dimiliki oleh anak agar mereka bahagia dan selamat baik sebagai manusia secara pribadi maupun sosial. Mereka adalah para pemimpi masa depan yang harus selalu dijaga dan dibimbing agar bisa meraih mimpinya. Ibarat tanaman padi, murid adalah padinya dan guru adalah petaninya. Petani tidak mungkin bisa mengubah padi menjadi jagung, yang bisa dilakukan petani adalah menyirami, memberi pupuk, menjaganya dari hama, menyemai agar padi tumbuh subur dan selamat sampai musim panen tiba.


1 komentar:

  1. Selamat menjadi CGP, selalu bergerak menerima tantangan dan menjalaninya, itu adalah ciri orang yang sukses. Saya mengambil pilihan menjadi Pengajar Praktik CGP. Kita sama2 Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan

    BalasHapus

DIBALIK MIE SIAP SAJI

  DIBALIK MIE SIAP SAJI Semua orang pasti mengenal makanan siap saji yang bernama mie instan. Selain mudah didapat, varian makanan ini ber...