RINDUKU DI TEPI PELABUHAN
Rinduku tergeletak di sela wangi malam
Terpapar
pandemi virus kesedihan
Rintihan
dedaunan layu berirama
Penuh
kesenduan
Aku
lelah meniti jalan pulang
Cerobong
asap kapal itu membuat ingatanku melayang
Hilang
diterpa khayalan
Mimpiku
pun terkecoh diantara himpitan dermaga dan kapal
Cintamu
begitu rumit
Hingga
kuterpasung pada rindu yang tak menentu
Sungguh
aku telah lelah merampas waktu
Merobek
khayalan yang berbalut kenangan rindu
Apakah
aku tembus saja
Layar
rindu yang dihempas angin itu?
Atau...
Aku
biarkan saja rindu ini terlena di tepi pelabuhan?
Sungguh...
Terpenjara dalam kerinduan itu sangat menyedihkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar