Sepenggal Rasa Sang Penggerak
Oleh
Siti Dhomroh
CGP SMAN 1 Gerung
Pada awalnya saya tidak tertarik mengikuti diklat program guru penggerak. Tahun ini adalah titik kejenuhan untuk mengikuti semua kegiatan yang bernama diklat. Saya sudah tidak berfikir tentang kenaikan pangkat karena secara kepangkatan, pangkat saya tergolong tinggi lebih awal di antara teman lain. Namun saat pendaftaran program guru penggerak tinggal seminggu lagi, seorang pengawas memberikan motivasi kepada saya untuk mengikuti kegiatan guru penggerak ini karena di sekolah saya tidak ada satupun guru yang mengikuti. “Sekolah sebesar itu tidak ada satu gurupun yang ikut, apa kata dunia”, itu kalimat yang langsung menancap tajam di relung hati. Panas rasanya dihujani kalimat seperti itu.
Karena memang
tipe saya adalah suka penasaran dan jiwa pembelajar yang tinggi, saya membuka
SIM PKB. Ternyata undangan untuk mengikuti seleksi guru penggerak itu ada. Ku
buka syarat administrasi, ternyata mudah untuk dilengkapi, dengan meminta ijin
- dukungan kepala sekolah dan rekomendasi pengawas, maka surat itu langsung
bisa diuploud. Administrasi berikutnya adalah menulis esai. Menulis esai
ini adalah menulis pengalaman pribadi berdasarkan panduan pertanyaan. Saya
menyelesaikan tulisan esai ini dalam waktu tiga hari sebanyak 5 nomor yang
setiap nomor memiliki kurang lebih 5 pertanyaan. Total tulisan 20 halaman menggunakan
spasi 1,5 TNR 12. Tulisan esai ini sebenarnya langsung dijawab di kolom
pertanyaan, namun berdasarkan pengalaman awal, saya sering kehilangan tulisan
saat jaringan internet memburuk, maka saya mensiasati untuk menulis terlebih
dahulu di file docx.
Tes bakat
skolastik saya jalani dengan lumayan memeras otak, tapi alhamdulillah semua
bisa dilewati meski dengan susah payah. Dalam penantian pengumuman seleksi
tahap I ini saya meyakini bahwa saya akan lulus, dan benar saya dinyatakan
lulus tahap ini. Seleksi berikutnya adalah simulasi mengajar. Pada tahap ini
saya jarang membuka SIM PKB, akibatnya saya tidak tahu jadwal simulasi mengajar
sudah tiba. Saat jadwal simulasi mengajar, saat itu saya baru datang dari
sekolah, tiba-tiba saya ditelpon oleh narahubung. Tanpa memperkenalkan diri,
tanpa basa-basi di seberang sana seseorang ngomong terus tanpa henti, saat itu
saya belum sadar kalau itu narahubung guru penggerak. Saat dia marah, mengira
bahwa saya main-main ikut guru penggerak, maka saat itu juga saya minta maaf
karena tidak pernah buka SIM PKB. Beliau menghubungi saya karena jadwal
simulasi mengajar saya tiba hari itu, dan asesor sudah menunggu. Sempat saya
dimarah oleh narahubung, karena dikira saya tidak serius mengikuti program guru
penggerak ini. Karena belum siap dengan
administrasi dan kelengkapan lainnya, maka saya meminta untuk dimundurkan
jadwal seminggu lagi. Saat itu sebenarnya saya sudah pasrah jika tidak lulus
karena tidak mengikuti simulasi mengajar, meski telah melalui serangkaian tes
yang sungguh memeras energi. Akhirnya atas ijin asesor, jadwal saya untuk
melakukan simulasi mengajar mundur 1 minggu lagi. Alhamdulillah Yaa
Allah….Engkau telah memberi kesempatan pada hamba untuk mengikuti program guru
penggerak.
Dengan cepat
saya menyusun RPP, kemudian RPP tersebut harus diuploud melalui web guru berbagi sebagai syarat
mengikuti simulasi mengajar. Akhirnya saat jadwal simulasi mengajar tiba yaitu
sore hari, pagi harinya kembali narahubung menghubungi saya untuk mengingatkan
bahwa sore hari adalah jadwal simulasi mengajar saya dengan didampingi 2 orang
asesor. Saya menggunakan teras rumah sebagai tempat mengajar dengan dibantu
oleh anak dan suami menyiapkan segalanya. Setelah simulasi mengajar selesai,
dilanjutkan wawancara bersama asesor beberapa menit. Akhirnya selesai sudah tes
simulasi mengajar saya dengan berbagai macam rasa di dada.
Sebulan kemudian
dilanjutkan dengan tes wawancara selama 1 jam bersama 2 orang asesor yang
berbeda dengan asesor pada saat simulasi mengajar. Wawancara terkait kebenaran
yang ditulis di esai. Wawancara bersama asesor saya lalui dengan lancar, saya
menjawab pertanyaan asesor semudah seperti saya bercerita dengan teman.
Mengalir begitu saja, bagai air mengalir tanpa sumbatan.
Akhirnya
rangkaian tahapan seleksi program guru penggerak telah saya jalani, tinggal menunggu
hasil. Dalam masa penantian pengumuman, saya meyakini akan lulus seleksi. Saat
wawancara dengan asesor, saya dapat menjawab semua pertanyaan dengan lancar
tanpa kesulitan. Dilihat dari tanggapan asesor tentang jawaban saya, seakan
para asesor memberi sinyal bahwa saya layak mengikuti program selanjutnya.
Allah itu atas
prasangka hambaNya. Sesuai dengan keyakinan saya jika saya akan lulus program
guru penggerak memang menjadi kenyataan. Meski saat itu saya berfikir belum
tahu pasti untuk apa saya mengikuti program guru penggerak. Satu hal yang ada
dalam pikiran saya, yaitu penasaran seperti apa program guru penggerak itu. Seperti
apa program diklat yang diunggulkan oleh Mas Menteri selama 9 bulan ke depan
dengan program merdeka belajarnya.
Akhirnya
program guru penggerak resmi saya ikuti diawali dengan kegiatan pembukaan
secara virtual bersama Mas Menteri dan kegiatan lokakarya perdana. Pada
lokakarya perdana dijelaskan rangkaian kegiatan guru penggerak dari awal sampai
akhir. Ada 10 kali lokakarya dan 3 modul besar yang harus diselesaikan melalui
LMS (Learning Manajemen System). Hal yang paling saya suka saat
lokakarya adalah bertemunya semua guru penggerak dalam satu kabupaten. Pertemuan
saat lokakarya ini penuh dengan muatan ilmu baru bagi saya. Namun ada hal yang
paling berat saat tiba jadwal lokakarya, yaitu saya harus menjalani tes swab
antigen. Hati rasanya deg deg an menghadapi tes swab itu. Pikiran was-was, jika
nanti hasilnya postif. 10 kali lokakarya maka 10 kali itulah saya akan
menjalani tes swab antigen.
Pola kegiatan belajar
yang digunakan pada program guru penggerak adalah MERRDEKA, kepanjangan dari Mulai
dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Refleksi
terbimbing, Demonstrasi konstekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi
antar materi, Aksi nyata. Kegiatan dengan pola inilah yang harus dilalui
dalam setiap menyelesaikan modul-modul guru penggerak. Setiap modul diawali
dengan pre tes dan diakhiri dengan post tes.
Mulai dari diri adalah menggali pengetahuan dan kemampuan guru
penggerak sebelum mempelajari modul. Eksplorasi konsep, seorang guru
penggerak harus menggali konsep secara mandiri melalui LMS dengan menyimpulkan,
menjawab pertanyaan refleksi dari setiap yang dibaca dan dilihat. Ruang
kolaborasi adalah tempat untuk saling berdiskusi bersama kelompok dan
fasilitator tentang modul. Refleksi terbimbing merupakan hasil pemikiran
kesimpulan setelah mengekplor dan berdiskusi bersama. Demonstrasi
konstekstual adalah karya guru penggerak untuk dapat dijadikan aksi nyata. Elaborasi
pemahaman adalah sesi bersama para ahli, guru penggerak menggali konsep bersama
pakarnya. Koneksi antar materi adalah sesi guru penggerak mengaitkan
materi yang telah diperoleh sebelumnya dengan materi saat ini yang dipelajari. Aksi
nyata ini adalah sesi puncak setiap modul. Pada aksi nyata inilah penerapan
pembelajaran modul itu akan terlihat berhasil atau tidak.
Setiap hari
fasilitator selalu memantau kegiatan guru penggerak di LMS. Jadwal mengerjakan
tugas melalui LMS tertulis dengan detail setiap harinya tentang apa yang harus
dikerjakan hari itu. Memang tidak ada patokan harus jam berapa mengerjakan
tugas, namun jika pengerjaan tugas itu lewat sehari saja maka akan menumpuk di
hari berikutnya. Apalagi jika beberapa hari tidak mengerjakan tugas maka akan
menambah beban berat lagi untuk hari berikutnya. Sesi yang tidak bisa
dilewatkan adalah saat jadwal kolaborasi bersama kelompok dengan dipantau
fasilitator, karena kegiatan ini menggunakan meeting room. Demikian juga dengan
jadwal elaborasi yang jadwalnya telah ditetapkan oleh P4TK ini tidak bisa
dilewatkan.
Sebagai seorang
guru, saya memiliki tugas utama bersama siswa setiap hari disamping beberapa
tugas tambahan di sekolah yang menjadi tanggungjawab saya. Kesibukan menyiapkan
bahan pembelajaran, program kegiatan di sekolah sangat menyita energi dan pikiran
setiap hari. Kesibukan menjadi istri dan ibu rumah tangga juga tak kalah
repotnya. Untuk mensiasati agar semua tugas bisa terlaksana dengan baik maka saya
harus memiliki komitmen diri dan target pencapaian harian.
Jika saya
melaksanakan tugas sekolah sampai siang hari maka tugas LMS guru pengerak akan
saya selesaikan pada sore atau malam harinya. Memang berat, dari pagi sampai
siang harus menyelesaikan tugas utama di sekolah belum lagi tugas rumah tangga
yang harus diselesaikan. Ibarat pepatah, istri itu bekerjanya dari
terbitnya matahari sampai terbenamnya mata suami. Maka triknya
dalam mengerjakan LMS guru penggerak adalah membuka setiap hari LMS dan
mengerjakan setiap hari sesuai jadwal dengan panduan pertanyaan di LMS. Tidak
perlu takut salah dalam menjawab tugas di LMS yang penting sesuai dengan
instruksi. Terkadang permintaan di LMS adalah membuat hasil karya, bisa berupa
poster, rekaman audio, video, bagan, maping atau lainnya. Jika dalam membuat
karya tugas di LMS, tidak menemukan ide sama sekali maka saya mencari ide
melalui canal youtube. Saya pilih ide-ide itu yang mudah dengan membuat
modifikasi sesuai dengan materi yang telah didapatkan.
Program
kegiatan Mas Menteri guru penggerak begitu bagus dan sempurna, namun perjalanan
panjang selama 9 bulan membuat kegiatan ini kadang menjenuhkan. Untuk mengatasi
kejenuhan ini, saya mensiasati dengan mengikuti kegiatan lain sebagai variasi.
Kegiatan lain yang saya ikuti juga mendukung dalam pemenuhan kebutuhan untuk
menyelesaikan tugas utama mengajar dan tugas-tugas di LMS. Kegiatan-kegiatan
itu antara lain diklat membuat presentasi menarik dengan Canva, diklat
pemanfaatan Google Workspace for Education dengan akun belajar.id dan diklat
Google Master Trainer bersama REFO Indonesia. Kegiatan ini semuanya bersifat
online sehingga memudahkan saya mengatur waktu dan menvariasikan kegiatan
harian di LMS Guru Penggerak.
Materi dan ilmu
yang didapat melalui kegiatan diklat program guru penggerak sungguh luar biasa
banyak dan sangat bermanfaat untuk kepentingan di dunia pendidikan. Modul-modul
itu begitu sempurna dibuat untuk diselesaikan para peserta dari berbagai
jenjang pendidikan. Sebenarnya untuk menyelesaikan modul-modul itu, jika
benar-benar total mempelajari maka waktu yang tertera di modul tidaklah cukup.
Perlu waktu lebih untuk mempelajari dengan benar dan sempurna. Materi dari
modul-modul itu antara lain modul 1 terdiri dari 4 sub modul yaitu 1.1
Pemikiran Ki Hajar Dewantara, 1.2 Peran dan Nilai Guru Penggerak, 1.3 Visi Guru
penggerak dan 1.4 Budaya Positif di Sekolah. Modul 2 terdiri dari 3 sub modul,
yaitu 2.1 Memenuhi Kebutuhan Murid melalui Pembelajaran Berdiferensiasi, 2.2
Kompetensi Sosial dan Emosional dan 2.3 Coaching. Modul 3 terdiri dari 3 sub
modul, yaitu 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, 3.2
Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya dan 3.3 Pengelolaan Program yang
Berdampak pada Murid.
Menjadi guru penggerak merupakan hal yang tak pernah terfikirkan sebelumnya. Jiwa yang selalu haus untuk belajar dan berharap memiliki tambahan pengetahuan untuk diaplikasikan di dunia nyata pendidikan. Sepenggal harapan sebagai guru penggerak adalah dapat mengembangkan dunia pendidikan untuk menjadikan pembelajaran yang berpusat pada murid sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya melalui merdeka belajar. Program guru penggerak sangat bermanfaat bagi saya dengan pola yang dikembangkan melalui LMS dan lokakarya. Semoga program guru penggerak tidak berhenti dalam waktu 9 bulan saja, namun ada kelanjutan dalam program ini.
Sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa tugas pendidik adalah menuntun segala kodrat yang dimiliki oleh anak agar mereka bahagia dan selamat baik sebagai manusia secara pribadi maupun sosial. Mereka adalah para pemimpi masa depan yang harus selalu dijaga dan dibimbing agar bisa meraih mimpinya. Ibarat tanaman padi, murid adalah padinya dan guru adalah petaninya. Petani tidak mungkin bisa mengubah padi menjadi jagung, yang bisa dilakukan petani adalah menyirami, memberi pupuk, menjaganya dari hama, menyemai agar padi tumbuh subur dan selamat sampai musim panen tiba.
Selamat menjadi CGP, selalu bergerak menerima tantangan dan menjalaninya, itu adalah ciri orang yang sukses. Saya mengambil pilihan menjadi Pengajar Praktik CGP. Kita sama2 Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan
BalasHapus