Sabtu, 05 Maret 2022

Teknik "LaCAk" saat Pandemi

 

Teknik Penilaian “LaCAk” saat Pandemi

Oleh :

Siti Dhomroh, S. Pd

 

Latar Belakang

Saat pandemic Covid-19 melanda negeri tahun 2020, sektor pendidikan sangat terdampak luar biasa. Semua aktivitas di sekolah terhenti dan berpindah tempat ke rumah masing-masing dengan pembelajaran online. Sebagai seorang guru, saya merasakan bahwa pembelajaran online ini tidak maksimal. Menyampaikan materi dan menkondisikan peserta didik saat online, jauh dari harapan. Saya tidak dapat melihat langsung bahasa tubuh mereka, respon mereka bisa menerima atau tidak terhadap materi yang diajarkan sangat sulit, akibatnya sebagai guru harus menerima hasil apapun yang dicapai peserta didik. Guru harus percaya atas apapun usaha yang dilakukan peserta didik baik saat proses belajar online maupun saat penilaian.

Hilangnya kesempatan peserta didik untuk memperoleh pendidikan secara efektif di sekolah menyebabkan penurunan penguasaan kompetensi, meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merancang perubahan Kompetensi Dasar di saat kondisi darurat ini. Penilaianpun dilakukan dengan menyesuiakan keadaan.

Kondisi ini diperburuk dengan kebiasaan baru anak yang harus selalu beraktivitas dengan gadgetnya. Aktivitas melalui gadget memiliki godaan yang luar biasa, karena anak bebas mengakses semua informasi yang mereka sukai. Tak jarang mereka lalai dengan tugas sekolahnya.

Seiring dengan berjalannya waktu penurunan angka Covid-19, pemerintah memberikan ijin untuk melaksanakan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas). Dimulai dari diperbolehkannya melakukan program “guru kunjung” sampai dengan tatap muka dengan sistem shift atau block, namun proses pembelajaran ini memiliki waktu yang sangat terbatas. Guru harus dapat menyesuaikan pembelajaran dalam keadaan dan kondisi apapun.

Proses pembelajaran pada masa transisi dan kebiasaan baru ini, peserta didik belajar kembali menyesuaikan dengan kondisi barunya. Keterbatasan waktu dan kurangnya motivasi peserta didik menuntut guru mencari cara atau solusi agar pembelajaran berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Asesmen berasal dari kata latin “Assidere” yang artinya duduk bersama atau bersebelahan. Jadi ini merupakan sesuatu yang kita lakukan bersama dengan dan untuk peserta didik. (Wiggins, Cites in Green 1998)

Seringnya peserta didik tidak mengerjakan tugas rumah saat dilakukan pemeriksaan oleh guru, menyebabkan guru berfikir untuk melakukan penilaian formatif secara langsung setelah proses pembelajaran dengan teknik “LaCAk”.

Teknik penilaian “LaCAk” atau Langsung Cepat dan Akurat merupakan cara penilaian yang dilakukan secara langsung dan segera saat pembelajaran yang berpatokan pada ketepatan hasil dan kecepatan waktu. Karena berpacu dengan waktu maka peserta didik akan berusaha aktif mencari solusi penyelesaian soal itu. Dalam penilaian ini, peserta didik berlomba untuk menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat. Peserta didik yang menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat akan mendapatkan nilai 100 dan akan berkurang nilainya seiring dengan pertambahan waktu.

Langkah-langkah

1.     Perencanaan

a.      Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi meteri yang akan dipelajari, metode yang digunakan, instrumen penilaian yang digunakan, cara penilaian dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal-soal.

b.     Menetapkan indikator rentang waktu penilaian.

 

Tingkat Kesukaran Soal

Waktu (menit)

Nilai

Mudah

0 – 1

1 – 2

2 – 3

3 – 4

4 – 5

100

90

80

70

60

Sedang

1 – 2

2 – 3

3 – 4

4 – 5

5 – 6

100

90

80

70

60

Sukar

1 – 3

3 – 4

4 – 5

5 – 6

6 – 7

100

90

80

70

60

TabTabel 1. Indikator penilaian terhadap tingkat kesulitan dan waktu

 

2.     Pelaksanaan

a.    Setelah guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan, maka sebagai tahap akhirnya adalah proses penilaian.

b.    Penilaian ini dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok (maks. 2 orang) sesuai dengan materi yang sedang berlangsung.

c.      Guru menginformasikan tata cara penilaian yang akan dilakukan.

d.    Guru memberikan soal dengan 3 kategori, yaitu mudah, sedang dan sukar. Pemberian soal dimulai dari yang paling mudah ke yang sukar secara bergantian.

e.   Soal diberikan dengan memanfaatkan smartphone yaitu melalui Quizizz, WhatsApp atau Google Forms.

f.  Melalui Quizizz, peserta didik berpacu dengan sesama temannya untuk mendapatkan peringkat teratas.

g.   Jika melalui WhatsApp, maka peserta didik dapat mengumpulkan langsung di meja guru atau di tempel di papan tulis sesuai dengan kategori waktu sesuai dengan materi saat itu.

h.     Jika melalui Google Forms, maka guru akan mengolah hasilnya berdasarkan kategori waktu pengerjaan.

i.       Penilaian ini sebagai penilaian harian yang digunakan untuk perhitungan dalam pengolahan nilai rapor.



                                         Gb.1 Pelaksanaan Penilaian LaCAk


Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan dalam menggunakan teknik penilaian “LaCAk”, antara lain :

1.     Peserta didik termotivasi untuk belajar fisika.

2.     Peserta didik lebih aktif dan cekatan menyelesaikan soal-soal fisika.

3.     Peserta didik lebih mandiri dan percaya diri dengan kemampuannya.

4.     Guru menghargai hasil belajar peserta didik karena usahanya.

Sedangkan kelemahan menggunakan teknik penilaian “LaCAk”, antara lain:

1. Peserta didik yang memiliki kemampuan rendah, terlihat gugup dalam menyelesaikan soal.

2. Peserta didik yang malas, berusaha mencari contekan temannya agar cepat selesai.

3. Memerlukan waktu untuk penilaian.

 

Respon Peserta Didik

Untuk mengetahui tanggapan peserta didik tentang teknik penilaian “LaCAk” ini, penulis menyebarkan survei angket dengan menggunakan Google Forms dan meminta beberapa peserta didik memberikan testimoninya.

Hasil survey angket diperoleh 87% peserta didik menyukai proses pembelajaran dengan penilaian langsung dan cepat, 98% peserta didik termotivasi dengan teknik “LaCAK” dan 92% peserta didik menginginkan teknik penilaian ini digunakan untuk semua materi.


  

                                                    Gb.2 Testimoni Penilaian LaCAk

Dari testimoni peserta didik mengatakan bahwa teknik penilaian langsung dan cepat, membuat mereka termotivasi untuk belajar dan menyegerakan untuk menyelesaikan soal.

 

Tindak Lanjut

Pada masa PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas), teknik penilaian ini dapat mengatasi masalah learning loss dan rendahnya motivasi belajar peserta didik akibat pandemik Covid-19. Teknik penilaian ini dapat juga digunakan oleh guru mata pelajaran lain dengan menggunakan variasi soal berdasarkan kekhasan mata pelajaran itu. Untuk peserta didik yang memiliki motivasi rendah, Teknik penilaian “LaCAk” ini dapat digunakan sebagai solusi penilaian kapan saja dan di mana saja dengan menggunakan teknologi komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DIBALIK MIE SIAP SAJI

  DIBALIK MIE SIAP SAJI Semua orang pasti mengenal makanan siap saji yang bernama mie instan. Selain mudah didapat, varian makanan ini ber...