Sabtu, 05 Maret 2022

Ibu dalam Irama Gadget

 

Ibu dalam Irama Gadget

Oleh : Siti Dhomroh

 

Siapa yang tidak kenal benda yang satu ini. Bendanya kecil, pintar, simple bisa dibawa kemanapun dan bisa menyimpan data seperti memori otak manusia. Anak belum genap berumur satu tahun saja sudah mengenal benda ini melalui ibunya. Iya…betul…gadget. Sebuah alat komunikasi yang memiliki banyak fungsi dengan dilengkapi berbagai macam fitur yang berbeda. Gadget ini selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman saat ini.

Gadget bisa mengakses informasi yang dibutuhkan dengan tak terbatas. Dengan adanya alat ini, kita didekatkan dari yang jauh, namun juga dijauhkan dari yang dekat. Bagaimana tidak? Jika kita telah asyik dengan gadget maka kita akan lupa dengan sekitar kita, lupa dengan waktu yang telah menjadi prioritas hidup kita. Kita mampu berjam-jam bersama dengan gadget, namun kita tidak mampu berlama-lama dengan Sang Pemilik Hari.

Seorang suami atau istri, jika sedang berada dalam dunia gadgetnya maka mereka tidak memperdulikan satu dengan yang lain. Akibatnya sering terjadi pertengkaran antara suami dan istri, karena merasa sudah tidak lagi dipedulikan, tidak lagi diperhatikan, mereka lebih mementingkan gadget. Demikian juga anak dan orangtua, jika mereka sudah memegang gadget, maka perhatian keduanya semakin berkurang. Sering terjadi, anak asyik dalam dunianya sendiri, begitupun orangtuanya. Mereka tidak lagi harmonis dalam keluarga, tidak ada lagi canda tawa, senda gurau yang saling membahagiakan.

Saat ada kegiatan berkumpul, rapat resmi ataupun pertemuan-pertemuan tidak resmi, kadang kita tidak focus lagi tentang apa yang sedang dibahas dalam kegiatan itu, dikarenakan masing-masing orang asyik sendiri dengan gadgetnya. Saat salah seorang berbicara, maka sikap yang terlihat adalah tetap asyik melihat gadget. Karakter inilah yang sekarang tumbuh di semua lapisan masyarakat.

Seorang ibu jika melihat anaknya sedang rewel menangis, saat diberikan gadget, maka saat itu akan langsung terdiam, mereka berfikir bahwa dengan diberikannya gadget ini akan menjadikan solusi bagi si anak. Jika seorang ibu paham betul tentang bahaya gadget, maka langkah itu tidak akan diambil. Gadget akan mengurangi fungsi syaraf motorik anak dan akan mengganggu fungsi organ-organ lain anak yang masih normal. Anak akan mengalami gangguan tumbuh kembangnya secara normal.

Gadget…oohhh….gadget, engkau begitu penting, melebihi pentingnya dompet. Buktinya saat gadget kita ketinggalan atau hilang, maka kita akan kebingungan seperti orang yang kehilangan identitas. Begitulah efek penggunaan gadget yang sungguh luar biasa di semua kalangan.

Sebagai seorang ibu dan sekaligus guru bagi anak-anak, seharusnya memberikan contoh penggunaan gadget saat di rumah maupun saat berkumpul bersama. Sebagai awal pondasi pendidikan seorang anak adalah keluarga, di mana seorang ibu adalah guru pertama bagi anak. Bahasa yang dikenal anak pertama kali adalah bahasa ibu. Oleh karena itu, begitu besar peran ibu dalam masa tumbuh kembang anak sampai anak itu mengenal lingkungan luarnya. Ibulah yang memberikan pendidikan dasar pada anak agar anak tumbuh sesuai kodrat alam dan zamannya. Karena sejatinya pendidikan itu adalah tuntunan untuk keselamatan dan kebahagiaan hidup.

Irama zaman saat ini begitu gegap gempita dengan berbagai macam jenis gadget dan perangkatnya. Kita dan anak-anak kita tidak bisa lepas dari irama itu. Ditambah lagi dengan kondisi lingkungan anak yang juga sangat mempengaruhinya. Di sinilah peran seorang ibu sangat dibutuhkan. Kontrol penggunaan gadget saat di rumah ataupun saat berkumpul bersama sangat diperlukan. Namun demikian seorang ibu terlebih dahulu harus memberikan contoh teladan dalam penggunaan gadget.

Hal-hal yang harus dilakukan sebagai seorang ibu dalam membatasi dan mengontrol penggunaan gadget pada anak antara lain :

1.     Meluangkan waktu bersama

Seorang anak sejatinya tidak membutuhkan orangtua yang kaya harta, namun mereka lebih membutuhkan orangtua yang kaya dengan waktu. Dalam irama zaman sekarang, bagi orangtua juga berat, dengan banyaknya tuntutan hidup. Meluangkan waktu bersama keluarga adalah hal yang sangat mahal untuk kondisi saat ini. Mengingat anak dan orangtua memiliki kesibukan sendiri-sendiri, dunia mereka sendiri-sendiri akibat pengaruh gadget saat ini.

Sejatinya kebersamaan bersama dengan keluarga sangat dinantikan oleh anak. Apalagi saat orangtua mengajak anak untuk bermain bersama, makan minum bersama, pergi bersama, mandi bersama, mengobrol dan bercerita bersama tentang kegiatan mereka sehari-hari. Begitu indah kebersamaan ini jika dilakukan rutin antara anak dan orangtua.

2.     Membuat kesepakatan jadwal penggunaan gadget

Orangtua harus membuat kesepakatan jadwal dalam penggunaan gadget bersama anak. Terutama bagi anak-anak yang masih usia sekolah. Kesepakatan jadwal ini bertujuan agar anak dapat memanfaatkan waktu sesuai dengan aktivitasnya. Kesepakatan ini melibatkan anak, karena mereka akan berfikir mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Terutama saat waktu belajar, makan, aktivitas fisik lain, berkumpul bersama dan beribadah. Waktu-waktu ini tidak diperbolehkan dilakukan bersamaan dengan aktivitas penggunaan gadget. Namun demikian orangtua juga harus melakukan hal yang sama sesuai dengan kesepakatan.



3.     Memberitahu bahaya penggunaan gadget

Sebagai orangtua tentu sangat menyayangi buah hati belahan jiwanya. Saat berkumpul bersama itulah momen yang tepat untuk memberitahu sang buah hati tentang bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang berlebih. Tentu dengan bahasa seorang ibu dengan menyesuaikan umur anak. Tidak perlu sampai menakut-nakuti, tapi kita ajak anak untuk sedikit berfikir dengan menunjukkan bukti-bukti ilmiahnya.

4.     Mengajak anak untuk beraktivitas fisik

Anak-anak dalam masa pertumbuhan sangat memerlukan kegiatan fisik. Dengan kegiatan fisik inilah saatnya anak untuk melupakan gadget sejenak. Saat anak asyik dengan gadgetnya, perlu diingatkan bahwa temannya sedang menunggu untuk beraktivitas di luar. Ini penting dilakukan agar ada keseimbangan dalam semua organ anak. Aktivitas fisik ini antara lain olahraga, bermain ataupun aktivitas lainnya yang berhubungan dengan gerak motorik.

5.     Bersikap disiplin dan tegas

Bersikap disiplin dan tegas dilakukan tidak hanya pada anak, namun juga untuk diri sendiri bahkan pada pasangan. Tegas pada diri sendiri dan pasangan ini penting sekali untuk memberikan contoh pada anak bahwa aturan itu berlaku untuk semua anggota keluarga. Saat salah satu anggota keluarga melanggar aturan, maka sanksi tetap harus diberlakukan pada anggota yang melanggar. Sebagai pioneer dalam keluarga adalah orangtua.

6.     Memberikan permainan atau tugas alternatif

Memberikan permainan atau tugas alternatif pada anak adalah salah satu cara untuk melepaskan gadget dari tangan anak. Meski itu hanya sementara waktu, namun waktu yang sedikit itu akan membuat anak melupakan gadgetnya. Jika anak masih usia sekolah dasar maka permainan semisal ulat tangga, dakon, puzzle, tebak kata atau permainan lain seusia mereka adalah alternatif pengganti gadget. Namun untuk anak-anak usia sekolah menengah, maka orangtua harus memberikan tugas harian sebagai target belajar mereka. Target tugas di sini bukan tugas sekolah, melainkan life skill pekerjaan rumah yang harus mereka selesaikan dan diberikan reward sebagai bentuk penilaiannya. Contohnya, tugas untuk merapikan kamar, merapikan ruangan lain, membersihkan halaman, membersihkan kamar mandi, membersihkan dapur dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DIBALIK MIE SIAP SAJI

  DIBALIK MIE SIAP SAJI Semua orang pasti mengenal makanan siap saji yang bernama mie instan. Selain mudah didapat, varian makanan ini ber...