Teknik Penilaian “LaCAk” saat
Pandemi
Oleh :
Siti Dhomroh, S. Pd
Latar Belakang
Saat pandemic
Covid-19 melanda negeri tahun 2020, sektor pendidikan sangat terdampak luar
biasa. Semua aktivitas di sekolah terhenti dan berpindah tempat ke rumah
masing-masing dengan pembelajaran online. Sebagai
seorang guru, saya merasakan bahwa pembelajaran online ini tidak maksimal.
Menyampaikan materi dan menkondisikan peserta didik saat online, jauh dari
harapan. Saya tidak dapat melihat langsung bahasa tubuh mereka, respon mereka
bisa menerima atau tidak terhadap materi yang diajarkan sangat sulit, akibatnya
sebagai guru harus menerima hasil apapun yang dicapai peserta didik. Guru harus
percaya atas apapun usaha yang dilakukan peserta didik baik saat proses belajar
online maupun saat penilaian.
Hilangnya
kesempatan peserta didik untuk memperoleh pendidikan secara efektif di sekolah
menyebabkan penurunan penguasaan kompetensi, meskipun Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan telah merancang perubahan Kompetensi Dasar di saat kondisi
darurat ini. Penilaianpun dilakukan dengan menyesuiakan keadaan.
Kondisi ini
diperburuk dengan kebiasaan baru anak yang harus selalu beraktivitas dengan
gadgetnya. Aktivitas melalui gadget memiliki godaan yang luar biasa, karena
anak bebas mengakses semua informasi yang mereka sukai. Tak jarang mereka lalai
dengan tugas sekolahnya.
Seiring dengan
berjalannya waktu penurunan angka Covid-19, pemerintah memberikan ijin untuk
melaksanakan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas). Dimulai dari
diperbolehkannya melakukan program “guru kunjung” sampai dengan tatap muka
dengan sistem shift atau block, namun proses pembelajaran ini
memiliki waktu yang sangat terbatas. Guru harus dapat menyesuaikan pembelajaran
dalam keadaan dan kondisi apapun.
Proses
pembelajaran pada masa transisi dan kebiasaan baru ini, peserta didik belajar
kembali menyesuaikan dengan kondisi barunya. Keterbatasan waktu dan kurangnya
motivasi peserta didik menuntut guru mencari cara atau solusi agar pembelajaran
berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Asesmen berasal
dari kata latin “Assidere” yang artinya duduk bersama atau bersebelahan.
Jadi ini merupakan sesuatu yang kita lakukan bersama dengan dan untuk peserta
didik. (Wiggins, Cites in Green 1998)
Seringnya
peserta didik tidak mengerjakan tugas rumah saat dilakukan pemeriksaan oleh
guru, menyebabkan guru berfikir untuk melakukan penilaian formatif secara langsung
setelah proses pembelajaran dengan teknik “LaCAk”.
Teknik penilaian
“LaCAk” atau Langsung Cepat dan Akurat merupakan cara penilaian
yang dilakukan secara langsung dan segera saat pembelajaran yang berpatokan
pada ketepatan hasil dan kecepatan waktu. Karena berpacu dengan waktu maka
peserta didik akan berusaha aktif mencari solusi penyelesaian soal itu. Dalam
penilaian ini, peserta didik berlomba untuk menyelesaikan tugas dengan cepat
dan tepat. Peserta didik yang menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat akan
mendapatkan nilai 100 dan akan berkurang nilainya seiring dengan pertambahan
waktu.
Langkah-langkah
1.
Perencanaan
a. Menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang meliputi meteri yang akan dipelajari, metode yang
digunakan, instrumen penilaian yang digunakan, cara penilaian dan waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan soal-soal.
b. Menetapkan indikator rentang waktu
penilaian.
|
Tingkat Kesukaran Soal
|
Waktu (menit)
|
Nilai
|
|
Mudah
|
0
– 1
1
– 2
2
– 3
3
– 4
4
– 5
|
100
90
80
70
60
|
|
Sedang
|
1
– 2
2
– 3
3
– 4
4
– 5
5
– 6
|
100
90
80
70
60
|
|
Sukar
|
1
– 3
3
– 4
4
– 5
5
– 6
6
– 7
|
100
90
80
70
60
|
TabTabel 1. Indikator penilaian terhadap tingkat kesulitan dan waktu
2.
Pelaksanaan
a. Setelah guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan
perencanaan, maka sebagai tahap akhirnya adalah proses penilaian.
b. Penilaian ini dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok
(maks. 2 orang) sesuai dengan materi yang sedang berlangsung.
c.
Guru menginformasikan tata cara penilaian yang akan dilakukan.
d. Guru memberikan soal dengan 3 kategori, yaitu mudah, sedang dan sukar.
Pemberian soal dimulai dari yang paling mudah ke yang sukar secara bergantian.
e. Soal diberikan dengan memanfaatkan smartphone yaitu melalui Quizizz,
WhatsApp atau Google Forms.
f. Melalui Quizizz, peserta didik berpacu dengan sesama temannya untuk
mendapatkan peringkat teratas.
g. Jika melalui WhatsApp, maka peserta didik dapat mengumpulkan
langsung di meja guru atau di tempel di papan tulis sesuai dengan kategori
waktu sesuai dengan materi saat itu.
h.
Jika melalui Google Forms, maka guru akan mengolah hasilnya berdasarkan
kategori waktu pengerjaan.
i.
Penilaian ini sebagai penilaian harian yang digunakan untuk perhitungan
dalam pengolahan nilai rapor.
Gb.1 Pelaksanaan Penilaian LaCAk
Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan dalam menggunakan teknik
penilaian “LaCAk”, antara lain :
1.
Peserta didik termotivasi untuk belajar fisika.
2.
Peserta didik lebih aktif dan cekatan menyelesaikan soal-soal
fisika.
3.
Peserta didik lebih mandiri dan percaya diri dengan kemampuannya.
4.
Guru menghargai hasil belajar peserta didik karena usahanya.
Sedangkan kelemahan menggunakan teknik
penilaian “LaCAk”, antara lain:
1. Peserta didik yang memiliki kemampuan rendah, terlihat gugup dalam
menyelesaikan soal.
2. Peserta didik yang malas, berusaha mencari contekan temannya agar
cepat selesai.
3. Memerlukan waktu untuk penilaian.
Respon Peserta Didik
Untuk
mengetahui tanggapan peserta didik tentang teknik penilaian “LaCAk” ini,
penulis menyebarkan survei angket dengan menggunakan Google Forms dan
meminta beberapa peserta didik memberikan testimoninya.
Hasil survey
angket diperoleh 87% peserta didik menyukai proses pembelajaran dengan
penilaian langsung dan cepat, 98% peserta didik termotivasi dengan teknik
“LaCAK” dan 92% peserta didik menginginkan teknik penilaian ini digunakan untuk
semua materi.
Gb.2 Testimoni Penilaian LaCAk
Dari testimoni
peserta didik mengatakan bahwa teknik penilaian langsung dan cepat, membuat
mereka termotivasi untuk belajar dan menyegerakan untuk menyelesaikan soal.
Tindak Lanjut
Pada masa PTMT
(Pembelajaran Tatap Muka Terbatas), teknik penilaian ini dapat mengatasi
masalah learning loss dan rendahnya motivasi belajar peserta didik
akibat pandemik Covid-19. Teknik penilaian ini dapat juga digunakan oleh guru
mata pelajaran lain dengan menggunakan variasi soal berdasarkan kekhasan mata
pelajaran itu. Untuk peserta didik yang memiliki motivasi rendah, Teknik
penilaian “LaCAk” ini dapat digunakan sebagai solusi penilaian kapan
saja dan di mana saja dengan menggunakan teknologi komunikasi.