Senin, 25 Oktober 2021

REFLEKSI PENGELOLAAN PROGRAM MENUMBUHKAN KEPEMIMPINAN MURID MELALUI KEGIATAN DI KELAS DAN SEKOLAH

 

REFLEKSI PENGELOLAAN PROGRAM

MENUMBUHKAN KEPEMIMPINAN MURID

MELALUI KEGIATAN DI KELAS DAN SEKOLAH

 

A.    Latar Belakang

Semua anak sejatinya akan menjadi seorang pemimpin, baik itu pemimpin untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan diri menjadi seorang pribadi yang mantap dan tangguh. Tugas guru adalah mengarahkan dan membimbing mereka untuk menjadi seorang pemimpin sekaligus memberi kesempatan mereka untuk mengembangkan jiwa kepemimpinannya.

Untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan murid di sekolah diberikan program pembiasaan yang setiap hari dilakukan. Beberapa kegiatan pembiasaan baik yang telah dilaksanakan di sekolah, baik itu sebelum pembelajaran, saat proses pembelajaran maupun setelah pembelajaran usai, antara lain berdo’a sebelum dan setelah pembelajaran, mengembangkan kepemimpinan bersama guru saat pembelajaran, berpidato secara bergiliran saat kegiatan imtaq, pengembangkan bakat minat saat kegiatan sabtu budaya, kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler.

Dari kegiatan-kegiatan itu, program kepemimpinan seperti apa yang dapat berdampak pada murid?. Kemampuan kepemimpinan seperti apa yang diharapkan ada dalam diri murid dan perilaku apa saja yang ada dalam diri murid dengan kemampuan kepemimpinan yang baik?

 

B.    Aksi Nyata

Program kepemimpinan yang berdampak pada murid baik secara langsung maupun tidak langsung dapat dimulai dari program pembiasaan dan latihan bertahap. Beberapa aksi nyata yang saya lakukan antara lain :

1.     BERBAGI CERITA

Saat pembelajaran, saya memberi kesempatan kepada murid untuk saling berbagi tentang visi hidup atau bercerita tentang hal-hal menarik yang dialami atau hal-hal yang berkaitan dengan materi saat itu. Kegiatan ini dilakukan berpasangan atau bersama dalam kelompok selama maksimal 5 menit. Kemudian salah satu kelompok yang memiliki cerita paling menarik menurut mereka, menceritakan kembali kepada semua anggota kelasnya selama maksimal 5 menit.

Kegiatan ini dapat saya lakukan pada awal pembelajaran atau saat mereka sudah mulai mengalami kebosanan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan komunikasi murid yaitu berbicara dan mendengar, sekaligus melatih kepekaaan dan pikiran positif. Karena 4 kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah komunikasi, membina dan mengarahkan, peka dan berpikir positif.

Selain itu kegiatan ini juga melatih murid untuk memanajemen waktu, selalu memiliki hal-hal yang bisa dibagikan kepada temannya dan menjadikan suasana pembelajaran tidak membosankan.


 

2.     PRESENTASI HASIL DISKUSI KELOMPOK

Presentasi atau mengkomunikasikan hasil diskusi oleh masing-masing kelompok, mungkin sudah biasa dalam sebuah kegiatan pembelajaran, namun presentasi hasil diskusi kali ini saya buat berbeda dari yang lain.

Presentasi ini dilakukan setelah dilakukan penilaian kerjasama semua kelompok. Kelompok yang memiliki keaktifan dan kerjasama yang paling baik berhak memberikan presentasi kesimpulan hasil pembelajaran dan menceritakan tentang kesan pembelajaran hari itu.

Kegiatan ini saya lakukan untuk melatih dan mengembangkan jiwa kepemimpinan murid dalam kelompok kecil dan besar. Selain itu kegiatan ini juga melatih murid untuk bisa berkomunikasi mengungkapkan perasaan setelah mengikuti kegiatan.




3.     PANITIA HUT SEKOLAH

Bertepatan dengan program sekolah yaitu memperingati Hari Ulang tahun sekolah yang ke-38, maka dibentuklah sebuah kepanitian dari unsur murid untuk merancang sebuah acara peringatan dengan memperhatikan aset atau kekuatan yang dimiliki. Tim yang dibentuk inilah yang akan bekerja mengurusi segala hal yang berkaitan dengan acara itu. Tim ini terdiri kepengurusan OSIS dan perwakilan masing-masing kelas.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih perilaku seperti apa yang harus ada dalam diri murid untuk menjadi pemimpin yang baik. Berlatih untuk menghadapi teman setingkat, adik kelas dan kakak kelas. Kegiatan ini mengajarkan murid bagaimana mengatur waktu antara kegiatan belajar dengan kegiatan dalam tim, karena murid yang memiliki kemampuan kepemimpinan adalah murid yang memiliki kebiasaan memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal baik, jujur, piawai dalam bertutur sapa, menghargai orang lain saat berbicara dan bertanggung jawab dengan pilihannya.




 

C.    Hasil Aksi Nyata

       1. BERBAGI CERITA

          Kegiatan ini saya lakukan dengan bervariasi, baik itu variasi waktu, pasangan cerita maupun tema cerita. Tujuan membuat variasi ini agar tidak terjadi kebosanan dan mendapatkan hal-hal yang baru dan menarik. Kegiatan ini disambut oleh murid dengan sangat antusias, karena mereka senang dengan hal-hal yang dikemas dalam sebuah cerita dengan masing-masing gaya yang dimiliki oleh murid. Terlihat dari wajah mereka  kegembiraan dan pikiran yang lepas tak punya beban.
         Kegiatan ini menjadikan murid saling menghargai dan belajar berkomunikasi, yaitu jika salah satu berbicara maka yang lainnya menjadi pendengar yang baik. Mereka juga akan terlatih untuk mengatur waktu yang diberikan oleh guru. Bagaimana menceritakan sesuatu dengan pembatasan waktu. Mereka juga belajar untuk selalu memiliki sesuatu yang bisa dibagikan kepada rekannya.

         2.     PRESENTASI HASIL DISKUSI KELOMPOK

            Kegiatan ini dirasakan sangat efektif untuk mendorong murid melatih dan mengembangkan jiwa kepemimpinannya. Dalam sebuah kelompok, biasanya akan muncul bibit pemimpin yang langsung kelihatan saat itu. Bagaimana kemampuan seseorang itu dalam hal komunikasi bersama kelompok kecilnya dan bagaimana seseorang itu membawa kelompok kecilnya menjadi kelompok yang sangat spesial.

           Persaingan antar kelompok kecil inilah yang akan mendorong mereka tumbuh dan memiliki jiwa kepemimpinan untuk menuju kelompok yang lebih besar. Kegiatan ini dirasakan oleh murid menjadi sebuah kegiatan yang dinanti, karena mereka berkesempatan untuk bisa menjadi penutup dalam sebuah kegiatan dan mengungkap apa yang telah mereka peroleh hari itu.

        3. PANITIA HUT SEKOLAH

        Kegiatan ini sebenarnya adalah kegiatan yang sangat bergengsi di kalangan murid. Bagaimana tidak? Menjadi seorang ketua panitia dan coordinator tim dalam acara peringatan hari besar sekolah merupakan hal yang didambakan. Membawahi rekan setingkat, adik kelas dan kakak kelas bukan hal mudah, diperlukan mental baja untuk menghadapi itu semua. Menjadi ketua atau coordinator tim dalam sebuah kepanitiaan besar memerlukan kepiawaian dalam bertutur sapa, berani bertanggung jawab terhadap pilihannya.

          Kegiatan ini dirasakan oleh murid sangat bermanfaat karena mereka dapat melatih mental sebagai seorang pemimpin menghadapi berbagai macam karakter teman terutama kakak kelas dan bagaimana memanajemen waktu agar semua tugas terselesaikan tanpa ada mengorbankan yang lain.

 

D.    Perasaan saat Menjalankan Aksi Nyata

Saat menjalankan aksi nyata di kelas, saya merasa senang karena murid memiliki sikap yang antusias dengan apa yang saya programkan. Kegembiraan yang terlihat di wajah mereka menambah rasa syukur saya, bahwa apa yang dikembangkan dalam waktu yang terbatas ternyata berdampak besar terhadap perkembangan jiwa dan mental murid. Tidak selamanya dalam proses pembelajaran seorang guru hanya berkutat pada konten materi saja, namun menghubungkan dengan rasa hati dan jiwa dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan.

Pemberian penghargaan pada seseorang yang telah mencapai target pembelajaran sangat diperlukan, meskipun tidak berupa materi namun memberikan kesempatan kepada mereka untuk tampil di hadapan temannya sangat diperlukan.

 

E.    Pembelajaran

Pembelajaran yang saya dapatkan dalam melakukan aksi nyata ini, adalah bahwa apa yang saya programkan meskipun dalam waktu yang singkat ternyata memberi dampak yang luar biasa pada murid, terutama dalam hal pengelolaan kompetensi sosial dan emosional. Murid terlihat lebih ceria dan segar kembali setelah melepaskan segala rasa yang ada di dada dan belajar untuk berbagi serta saling menghargai dalam berkomunikasi.

Kendala dalam melaksanakan program ini adalah sebagian murid merasa tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinannya karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh guru. Untuk mengatasi hal ini, guru memberikan jadwal secara bergiliran untuk mengembangkan dan melatih jiwa kepemimpinannya serta memberikan kesempatan untuk melatih secara mandiri bersama teman sejawatnya.

 

F.     Rencana Perbaikan

Pada program menumbuhkan kepemimpinan murid melalui kegiatan di kelas dan di sekolah ini diperlukan guru yang mempunyai sikap terbuka, memberikan kesempatan kepada murid seluas-luasnya pengembangan diri, dan mengarahkan murid dengan baik.

Dibutuhkan seorang kepala sekolah yang mendorong meningkatkan kepemimpinan murid yang memiliki sikap bertanggung jawab, terbuka, dan memberikan kepercayaan terhadap langkah perbaikan dan pengembangan guru dan murid itu sendiri.

Orang tua berperan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak mereka untuk mengembangkan diri dan selalu memantau perkembangan anaknya setiap saat.

 

DIBALIK MIE SIAP SAJI

  DIBALIK MIE SIAP SAJI Semua orang pasti mengenal makanan siap saji yang bernama mie instan. Selain mudah didapat, varian makanan ini ber...