MERANCANG BUDAYA POSITIF
KESEPAKATAN KELAS
Sebelum mengikuti program guru
penggerak, setiap awal tahun pelajaran atau awal semester saya selalu merancang
kesepakatan kelas, namun pelibatan Siswa saat itu kurang, lebih didominasi oleh
guru, namun setelah saya mengikuti program guru penggerak, saya melakukan
kesepakatan kelas berdasarkan masukan dari Siswa.
Pada saat pembelajaran daring, kami melakukan kesepakatan secara online melalui Gmeet.
Namun saat tatap, maka kesepakatan kelas dilakukan secara langsung dengan melibatkan siswa sebagai pelaksana.
Budaya positif tidak hanya bisa dilakukan dengan kesepakatan kelas, namun memberikan memberikan motivasi melalui poster.